ABC

Kawasan Australia Selatan Bersiap Hadapi Musim Kebakaran Lahan

Lebih dari 14 ribu rumah dan tempat usaha mengalami pemadaman listrik setelah angin kencang merobohkan sejumlah tiang listrik di kawasan Adelaide Hills dan Tanjung Fleurieu.

 

Petugas pemadam kebakaran dan layanan darurat masih tetap bersiaga mengantisipasi suhu panas tinggi dan angin kuat yang berpotensi memicu kerusakan yang menyapu di hampir seluruh kawasan di Australia Selatan.

Sara Pulford dari Layanan Darurat Australia Selatan (SES) mengatakan para relawan telah disiagakan untuk menyikapi lebih dari 150 insiden sejak pukul 6:00 pagi waktu setempat.

"Kami memiliki kru yang sangat aktif pada saat ini," Pulford berkata.

"Saya mengantisipasi tingkat layanan yang akan terus berlanjut sepanjang hari ini,"

"Kita juga sudah menyusun jadwal piket tugas bagi untuk memastikan para kru kamu bisa memiliki waktu istirahat dan juga kru yang segar untuk ditugaskan kapan saja diperlukan," katanya.

Sementara itu Layanan Pemadam Kebakaran (CFS) telah memerintahkan larangan membakar sampah secara keseluruhan pada hari ini di kawasan Northeast Pastoral District, Flinders, Mount Lofty Ranges dan Lower South East areas.

Sebelumnya, Simon Ching dari Biro Meteorologi mengatakan bagian timur di Australia Selatan akan menjadi kawasan yang paling terdampak dari hembusan angin kuat yang terus bergerak melintasi wilayah itu dari arah barat.
 

"Kemungkinan hembusan angin bisa mencapai  90-110 kilometer per jam," katanya. 

Wilayah yang mungkin akan terpengaruh meliputi Adelaide, Whyalla, Renmark, Mount Gambier, Kingscote, Naracoorte dan Woomera.

Potensi musim bahaya kebakaran lahan 

Koordinator Layanan Pemadam Kebakaran negara bagian Australia Selatan (CFS)  Mark Thomason mengatakan kondisi kering dan berangin ini menjadi awal dari awal musim bahaya kebakaran yang biasa terjadi menyusul kondisi cuaca seperti itu.

"Saat ini sebagian wilayah sudah ada yang mengalami musim hujan," kata Thomason.

"Kami juga telah memiliki prakiraan awal daerah yang memiliki kondisi lebih kering dan mungkin lebih hangat dan lebih berangin selama tiga bulan ke depan sehingga kita mungkin akan memasuki musim bahaya kebakaran lahan yang sangat lama, terutama di daerah utara. "

Thomason mengatakan para pemilik properti perlu memastikan mereka siap menghadapi kondisi cuaca seperti panas dan berangin.

"Cukup sering kita menemukan mereka ingin baru melakukan persiapan ketika api sudah mendekati dan itu sudah terlalu terlambat," katanya. 

"Ini menempatkan mereka banyak mendapat tekanan. Kami ingin mereka siap dan pasti memiliki rencana aksi serta  memahami apa yang mereka, keluarga dan tetangganya akan dilakukan.

"Mereka harus memiliki percakapan dan mulai membersihkan sekarang."