ABC

Kasus Penemuan Dokumen Rahasia Bisa Rusak Kepercayaan Sekutu Australia

Ada sejumlah peringatan bahwa hubungan Australia dengan sekutu-sekutunya mungkin berada dalam bahaya setelah munculnya pelanggaran keamanan dan pengungkapan sejumlah dokumen rahasia yang ditemukan dalam lemari arsip yang dijual.

Poin utama:

  • Andrew Wilkie, Chris Bowen menyampaikan kekhawatiran mereka atas rusaknya reputasi keamanan
  • Kepolisian Federal Australia (AFP) membantah laporan yang menyebut pihaknya kehilangan ratusan dokumen keamanan nasional selama 5 tahun
  • Departemen yang melakukan penyelidikan mengatakan pihaknya bekerja erat dengan AFP, badan intelijen Australia (ASIO) dan media ABC

Ratusan dokumen rahasia yang ditemukan media ABC kini telah diamankan oleh badan intelijen Australia (ASIO), setelah dokumen-dokumen itu ditemukan dalam dua lemari arsip yang dijual dalam lelang perabot bekas pemerintah.

Blunder besar itu mengungkap cara kerja 5 pemerintahan yang terpisah, memicu ketakutan bahwa hal itu akan membuat gusar keamanan dan intelijen dari sekutu-sekutu Australia.

"Itu memberi sinyal kepada mitra intelijen dan para sekutu kami bahwa Australia mungkin tak bisa dipercaya ketika menyangkut aktivitas berbagi informasi dan intelijen," ujar anggota Parlemen Australia yang juga mantan analis intelijen, Andrew Wilkie.

Anggota Parlemen asal Partai Buruh, Chris Bowen, mengatakan, kesalahan itu "lucu tapi benar-benar serius".

"Ini memalukan bagi Australia, ini memalukan bagi sekutu-sekutu kami yang berbagi intelijen dengan kami dan berasumsi bahwa kami akan mampu merahasiakannya," ujar Bowen.

"Ini adalah blunder dalam skala besar."

Kepolisian Federal Australia (AFP) telah membantah sebuah laporan dalam dokumen rahasia yang ditemukan itu atau yang disebut 'The Cabinet Files' bahwa lembaganya kehilangan ratusan dokumen keamanan nasional selama periode 5 tahun.

Sejumlah dokumen rahasia yang ditemukan ABC meliputi audit Departemen Perdana Menteri dan Kabinet (PM&C) yang mengungkap bahwa AFP kehilangan hampir 400 dokumen antara tahun 2008 hingga 2013.

Pada hari Kamis (1/2/2018), AFP mengeluarkan pernyataan bahwa dokumen itu telah usang dan bahwa 90 persen dari mereka telah ditemukan atau dihancurkan.

Meski demikian, lembaga itu mengatakan, 33 dokumen rahasia dari periode tersebut masih belum diketahui.

Investigasi tak cukup baik

Dokumen rahasia 'The Cabinet Files' mengungkap bahwa mantan Pemerintahan Partai Buruh juga gagal mengikuti prosedur keamanan dokumen.

Salah satu berkas mengungkap, ratusan dokumen sangat rahasia ditinggalkan di sebuah tempat aman di kantor pemimpin Senat Partai Buruh, Penny Wong, setelah kekalahan pemerintahan Kevin Rudd dalam Pemilu 2013.

Meskipun 195 berkas itu diamankan, daftar nama dan klasifikasi rahasia mereka memberi pengetahuan yang belum pernah ada sebelumnya mengenai cara kerja Komite Keamanan Nasional di kabinet Australia.

Selama enam tahun rentang daftar dokumen itu, komite tersebut menangani rencana pertahanan Timur Tengah, rumusan keamanan nasional, informasi terbaru perang Afghanistan, pembelian senjata, kepentingan China di industri pertambangan, intelijen di tetangga-tetangga Australia dan rincian operasi kontra-terorisme.

Senator Wong mengatakan bahwa ia tak pernah sadar akan pelanggaran tersebut sampai ia melihat laporan ABC.

Ia menambahkan bahwa dirinya selalu menganggap tanggung jawabnya sebagai menteri senior dengan serius.

Departemen Perdana Menteri dan Kabinet (PM & C) telah meluncurkan sebuah penyelidikan yang mendesak, namun Pemerintah Australia didesak untuk membuat penyelidikan lebih luas.

"Kami membutuhkan penyelidikan independen untuk melihat ini secara sistemik."

PM & C mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan AFP dan badan intelijen ASIO sejak pengungkapan dokumen tersebut dan terus-menerus melakukan diskusi dengan ABC.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.