Karya Seni Komunitas Aborijin dari Jaring Hantu yang Mendunia
Dari Cape York melenggang hingga ke New York, seniman Aborijin berhasil mendaur ulang jaring ikan yang ditelantarkan menjadi karya seni yang sangat diminati untuk dipamerkan di seluruh dunia.
Dibentuk sebagian besar dalam bentuk hewan laut, para seniman berharap dapat meningkatkan kesadaran tentang apa yang dilakukan jaring hantu [sebutan bagi jaring ikan komersil yang sengaja ditelantarkan oleh pemiliknya di laut] terhadap lingkungan.
Ribuan jaring hantu ditemukan di Cape York dan wilayah utara Australia yang lebih luas. Jaring hantu itu terbawa oleh arus utara, banyak diantaranya dibuang oleh nelayan ilegal.
Seniman Aborijin, Sid Bruce Shortjoe berharap karya seni masyarakat Aborijin ini dapat meningkatkan kesadaran akan kerusakan yang terjadi pada lingkungan laut.
“Ini bukan sekedar karya seni, tapi karya seni ini akan membiarkan dunia luar paham,” katanya.
Hampir 30 buah item benda hasil karya seniman lokal dipamerkan di Aquarium Paris (Perancis) sampai Agustus mendatang dan kemudian akan dibawa ke Jenewa (Swiss) untuk pameran lainnya.
Pameran karya seni ini juga sudah direncanakan akan dilakukan di Berlin (Jerman) setelahnya.
Sementara itu, 17 karya lainnya akan dipamerkan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York sampai akhir bulan ini sebelum dipindahkan ke Kluge-Ruhe, Virginia selama empat bulan, untuk bergabung dengan koleksi seni Aborigin terbesar di Amerika Serikat.
Shortjoe baru saja kembali ke Pormpuraaw, wilayah pesisir di Cape York, utara jauh, Queensland dari tur keliling dunia, yang sempat melakukan perhentian di Sri Lanka, Perancis dan Amerika Serikat
Sambil memeluk kerabatnya, Shortjoe mengatakan dirinya senang bisa kembali pulang kerumah mesti mengalami jet lag.
“New York – terlalu banyak lalu lintas,” katanya.
“Itu adalah pengalaman yang nyata, pergi ke sana di dunia lain … bertemu dengan orang dari beragam negara.”
Dave Holroyd juga memiliki pahatan yang diikutkan dalam pameran keliling dunia itu – dia membuat kura-kura yang merupakan totem kakeknya.
Dia mulai membuat karyanya sendiri di awal tahun dan sangat senang salah satu dari hasil karyanya dipamerkan di New York.
Salah satu karya seni buatannya butuh waktu dua minggu dalam proses pembuatannya bersama dengan seniman lainnya di komunitas Aborijin di Pormpuraaw. Karya seni itu dibuat dari tujuh buah jaring hantu.
“Penyu biasanya tertangkap di jaring hantu, itu tidak baik.”
‘Tidak ada kata untuk seni dalam bahasa lokal’
Manajer Pusat Seni dan Budaya Pormparaaw, Paul Jakubowski mengatakan bahwa seni hanyalah sebagian dari sisi kehidupan di masyarakat Pormpuraaw.
“Orang-orang ini memiliki negara mereka, memiliki bahasa dan budaya mereka dan itu hanya sebagian saja dari sisi kehidupan di masyarakat ini. Seni juga bagian dari itu,” katanya.
“Mereka tidak punya kata khusus untuk seni.”
Pormpuraaw hanyalah kota kecil dari industri ekspor.
“Mereka tidak bisa mendapatkan cukup banyak cerita mengenai budaya masyarakat Aborijin di Pormpuraaw dari Sid.”
Diterjemahkan pada pukul 10:45 WIB, 28/6/2017 oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.