ABC

Kapolri: Sidang Ahok Jadi Magnet Pengumpulan Massa

Pengamanan sedang dipersiapkan oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bagi persidangan terhadap Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang akan dilangsungkan di Pengadilan Jakarta Utara. Sementara FPI menyerukan agar anggotanya menghadiri sidang yang diperkirakan berlangsung sekali seminggu tersebut.

Ahok disidangkan setelah sebelumnya dinyatakan Tersangka dalam kasus penistaan agama, atas pernyataannya yang disampaikan di Kepulauan Seribu ketika melakukan kampanye untuk pilkada yang akan dilangsungkan bulan Februari 2017.

Sidang pertama dijadwalkan berlangsung hari Selasa (13/12/2016) dimana tuntutan akan disampaikan di depan majelis hakim yang terdiri dari lima orang.

Bila dinyatakan bersalah, Ahok bisa dikenakan hukuman maksimum lima tahun penjara.

"PN Jakarta Utara termasuk tempat sidang karena agak rawan juga," kata Kapolri Tito Karnavian dalam dengar pendapat dengan DPR hari Senin (5/12/2016).

"Polri susun pengamanan jalannya persidangan karena ini bisa jadi magnet pengumpulan massa," dia menambahkan.

Anggota FPI akan menghadiri sidang

Kelompok Front Pembela Indonesia (FPI) yang terlibat dalam beberapa unjuk rasa sebelumnya menentang Ahok, sudah menyerukan kepada anggotanya untuk menghadiri persidangan itu.

"Setelah melakukan aksi selama sebulan, perjuangan kami berikutnya adalah menghadiri sidang Ahok seminggu sekali," kata juru bicara FPI Munarman di akun Facebooknya.

"Kita akan melihat siapa yang akan kita lawan seminggu sekali. Berapa banyak orang yang akan menghadiri sidang, apakah 20.100 orang atau 1000 orang," tambahnya.

A group of protesters hold one large banner, while holding one smaller one each, that reads "Jail Ahok" in red writing.
Beberapa orang membawa poster bertuliskan "Penjarakan Ahok" dalam aksi damai 2 Desember lalu.

ABC News: Adam Harvey

Sidang akan dipimpin majelis hakim dengan lima anggota dan tim penuntut berisi 13 jaksa penuntut umum (JPU).

Polisi sebelumnya mengatakan akan ada 30 saksi dan 11 saksi ahli yang akan memberikan kesaksian, dengan sekitar 50 barang bukti akan disampaikan ke pengadilan.

Ahok sebelumnya sudah dinyatakan tersangka dalam kasus penistaan agama atas pernyataannya mengenai Surat Al Maidah Ayat 51 yang menyatakan warga Muslim tidak boleh memilih pemimpin yang bukan Muslim.

Ahok sudah meminta maaf atas pernyataan tersebut dan mengatakan tuduhan terhadap dirinya bermotifkan politik.

Minggu lalu, ratusan ribu orang berkumpul di Monas untuk melakukan aksi damai, dan di antara mereka ada yang menuntut agar Ahok ditahan.

Dalam acara yang diakhiri dengan Sholat Jumat, Presiden Jokowi mendadak hadir dan sholat bersama dan mengucapkan terima kasih kepada massa karena aksi yang berlangsung damai.

Dalam aksi sebelumnya pada tanggal 4 November berakhir dengan beberapa tindak kekerasan, dan polisi belakangan mengatakan beberapa pendukung ISIS menyusup masuk ke dalam massa.

Minggu lalu juga delapan orang termasuk putri mantan Presiden Sukarno, Rahmawati, diperiksa polisi dengan tuduhan makar, dimana polisi mengatakan delapan orang tersebut akan mengompori massa guna menguasai gedung DPR/MPR.

Diterjemahkan pukul 10:40 AEST 6/12/2016 dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini