ABC

Jutaan Dolar Dana Royalti Pertambangan Masyarakat Aborijin NT Dikorupsi

Uang jutaan dolar dari royalti pertambangan yang seharusnya ditujukan untuk memberdayakan komunitas Aborijin di Groote Eylandt dikorupsi pejabat pengelola dana. Dana tersebut dibelikan ratusan mobil dan kapal dan berjudi di kasino.

Alih-alih digunakan untuk meningkatkan kemajuan masyarakat Aborijin di Groot Eylandt, ternyata dana royalty itu digunakan untuk membeli 156 mobil dan kapal, lemari es, tongkang, perjudian di kasino dan menyewa pesawat.
 
Bab terakhir dalam kisah korupsi yang luar biasa digelar di Mahkamah Agung Darwin, Senin.
 
Mantan pegawai publik di Dewan Dana Aborijin Groote Eylandt (GEAT), Rosalie Lalara, sebelumnya telah mengaku bersalah menggelapkan hampir $500.000.
 
Permohonan jaminannya ditolak dan kini perempuan Aborijin ini mendekam di penjara menungu putusan hakim Mahkamah Agung Darwin.
 
Total dana senilai $34 juta atau sekitar Rp328 miliar lebih telah menghilang dari rekening GEAT antara tahun 2010 hingga 2012 dan hanya menyisakan uang sebesar $400.000 atau kurang dari Rp4 miliar saja di rekening tersebut.
 
Meskipun Lalara telah mengaku bersalah atas sebagian kecil dari jutaan dollar dana yang hilanga itu, namun apa yang sebenarnya terjadi dengan sisa dari dana tersebut tetap menjadi misteri. 
 
Sejumlah orang yang terlibat dalam kasus ini mengatakan hanya sedikit dari dana tersebut yang digunakan untuk keperluan membangun perumahan, pendidikan atau kebutuhan masyarakat.
 
Jacqueline Lahne yang diangkat menjadi manajer operasi interim di GEAT ketika dana tersebut dimasukkan ke dalam administrasi pada tahun 2012.
 
"Kesan awal saya adalah ada sekelompok warga di Groote Eylandt yang hidup layaknya seperti bintang rock terkenal," katanya.
 
"Mereka menyewa pesawat, ada kendaraan yang menjemput di bandaram mereka punya banyak kendaraan dan kapal sendiri. Mereka memiliki akses ke uang yang tidak terbatas untuk membiayai gaya hidup mereka dan juga keluarganya,”
 
Groote Eylandt, merupakan kawasan terpencil di Pulan Arnhem Land di Northern Territory.
 
Kawasan ini menghasilkan uang jutaan dollar setiap tahun dari royalty yang diberikan oleh perusahaan tambang mangan di dekat kawasan South32.
 
Sejak tambang itu beroperasi tahun 1960, badan pengelola dana royalty itu telah menerima lebih dari $200 juta uang pembayaran royalti tersebut.
 
Pada tanggal 12 Maret 2012 lebih dari 500 orang penduduk setempat menandatangani petisi yang dikirim ke Jaksa Agung Northern Territory dan mengatakan 
"Uang royalti jutaan dolar telah terbuang percuma dan marak dikorupsi... dan tidak ada tindakan apapun karena takut dengan ketentuan retribusi ".
 
Pemerintah kemudian turun tangan dan menunjuk manajer hukum untuk mengelola badan pengurus dana royalty itu.
 
Lahne bekerja bersama manajer hukum itu dan mengaku sangat terkejut ketika dia tiba di Groote Eylandt.
 
"Saya kira setelah sekian lama menerima royalty dalam jumlah yang sangat besar maka saya akan menjumpai ada infrastruktur yang lebih baik di pulau itu ada sarana pelayanan kesehatan lokal yang lebih baik, lembaga dukungan yang lebih baik dan mungkin lembaga pengelola dana itu telah berinvestasi tapi ternyata bukti-bukti seperti itu tidak ada,” katanya.
 
Lahne mengaku hanya ada sedikit bukti yang menunjukan kalau dana royalty itu sudah dialokasikan kepada lebih dari 1800 orang warga Aborijin di Groote Eylandt yang seharusnya menikmati dana royalty tersebut.
 
Dokumen pengadilan dalam kasus yang berbeda yang melibatkan Lalara menunjukan bahwa ia telah membeli 156 mobil dan kapal dengan total harga mencapai $5 juta.
 
Sebuah tongkang dan real estate di Cairns juga dibeli dengan uang milik komunitas. Pengadilan juga mendapati bukti berupa dokumen-dokumen uang  cek tunai dengan nilai total sebesar $3,5 juta tertulis dari akun dana royalty itu dan dengan curang dituliskan sebagai biaya pemakaman.
 
Dalam dokumen pengadilan dalam proses sipil terhadap Darwin Skycity kasino, Lalara juga dituduh berjudi hingga lebih dari $1 juta dengan menggunakan dana royalti tersebut.
 
Namun bukti-bukti itu hanya sebagian kecil saja dari dana royalty masyarakat Groote Eylandt yang hilang, sisanya sebesar $33 juta masih belum diketahui penggunaannya,
 
Lahne mengatakan uang jutaan dollar itu tidak dapat dipertanggungjawabkan akibat pencatatan yang buruk oleh GEAT.