ABC

Jokowi – Jusuf Kalla Menang Versi Hitung Cepat

Hasil penghitungan cepat sejumlah lembaga survey menyimpulkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla memenangkan Pilpres 2014. Namun kubu Prabowo Subianto – Hatta Rajasa juga turut mendeklarasikan kemenangan versi hitung cepat.

Jokowi dan Megawati Soekarno Putri beserta tim relawan mereka saat mengumumkan kemenangan atas hasil penghitungan cepat di kediaman Megawati, Kebagusan, JakSel. (Foto: Denny Herlambang Slamet)
Kemenangan Pasangan nomor urut 2, Joko Widodo – M. Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014 antara lain dicatat oleh hasil penghitungan cepat yang diselenggarakan sekitar 7 lembaga survey.

Diantaranya Lingkaran Survey Indonesia (LSI) dengan perolehan suara 51,74% - 48,25%, penghitungan cepat CSIS – Cyrus 52.00% - 48.00%, penghitungan cepat Litbang Kompas 52.38% - 47,62% serta Lembaga Survey Indonesia (LSI)52.89% - 47,11%. (Data pukul 16.30 wib).

Kabar gembira ini langsung disambut gegap gempita oleh para pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 ini. Suasana haru terlihat di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan di Kebagusan.

Dalam pidatonya di kediaman Megawati Soekarno Putri, Joko Widodo mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader partai politik pendukungnya di seluruh Indonesia.

“Kita patut bersyukur karena semua hitung cepat menunjukan bahwa Jokowi-JK pada titik kemenangan," ujar Jokowi.
Jokowi dan Jusuf Kalla sesaat setelah konferensi pers di kediaman Megawati Soekarno Putri. (Foto: Denny Herlambang Slamet)
Meski kemenangan sudah ditangan namun Jokowi menyatakan perjuangan belum selesai, Jokowi meminta seluruh rakyat dan pendukungnya untuk mengawal hasil rekapitulasi agar berjalan bersih , jujur dan tidak ada intervensi.

“Kami meminta pada seluruh rakyat untuk menjaga kemurnian aspirasi rakyat jangan ada yang mencoba-coba mencemari kehendak rakyat,” katanya.

Sementara itu Cawapres M Jusuf Kalla dalam pidatonya menyambut kabar kemenangan versi Quick Count memberikan apresiasi atas dukungan luar biasa dari pemilih muda dam pemilih pemula.

“Tanpa bantuan kalian, sulit sekali perjuangan kami untuk memenangkan pertarungan ini yang benar-benar head to head,” kata Jusuf Kalla.
Jokowi saat memberikan sambutan 'kemenangan' kepada awak media. Tak lama berselang, Prabowo Subianto juga mengumumkan klaim kemenangannya menurut hasil 3 penghitungan cepat. (Foto: Denny Herlambang Slamet)
Prabowo deklarasikan kemenangan juga

Meski demikian tampaknya kubu Prabowo Hatta tidak mau menyerah begitu saja. Selang satu jam pasca setelah kubu Jokowo – Kalla mendeklarasikan kemenaangan, Capres Prabowo Subianto didampingi Koalisi Merah putih ikut mendeklarasikan klaim kemenangan versi Quick Count.

“Koalisi merah putih memantau keterangan yang masuk dari quick count berbagai lembaga survey yang kami gunakan sebagai acuan, kita bersyukur bahwa dari semua keterangan yang masuk menunjukan bahwa kami pasangan nomor satu Prabowo – Hatta mendapatkan mandat dari rakyat Indonesia,” kata Prabowo saat berpidato di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2014). Pidato ini disambut teriakan pendukungnya dan tak

“Kami koalisi merah putih menyampaikan terim ka sih pada seluruh rakyat Indonesia atas kepercayaa yang telah diberikan kepada kami pasangan nomor satu Prabowo Hatta dan Koalisi Merah Putih,” tambahnya.

Prabowo menegaskan pihaknya masih akan menunggu sampai semua data masuk dan akan mendeklarasikan posisi dan sikap kubunya setelah data yang masuk menunjukan 90 persen.

Sementara itu Ketua Tim Pemenangan Prabowo – Hatta, Mahfud MD mengatakan klaim kemenangan mereka sangat berdasar.

“Kami punya data lengkap dari propinsi ke propinsi dari 4 lembaga survey. Kalo kubu sana juga mengklaim kemenangan mari kita adu data. Kami punya angka nanti bisa dibuktikan di setiap TPS itu ada angka kemenangannya,” tukas Mahfudh MD dalam konferensi pers di pusat di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mahfudh MD juga mengkritik kubu lawannya yang dianggap terlalu cepat mengumumkan klaim kemenangan.

Tipisnya perbedaan perolehan suara yang didapat kedua kubu capres dan cawapres ini memang sudah diprediksi sebelumnya. Hal itu membuat persaingan merebut suara di kedua kubu menjadi amat sengit pada Pilpres kali ini.