ABC

Jetstar Membatalkan Penerbangan Darwin-Denpasar Bulan Oktober

Jetstar memutuskan untuk sementara membatalkan jalur penerbangan antara Darwin dan Denpasar selama tiga minggu pada bulan Oktober nanti, mulai Senin, 9 Oktober hingga Sabtu, 28 Oktober.

Pembatalan terjadi setelah Departemen Pertahanan Australia, sebagai pemilik Bandara Internasional Darwin, mengumumkan landasan pacu utamanya akan ditutup antara pukul 02.00 subuh sampai 11.30 pagi mulai 9 Oktober hingga 30 November.

Departemen Pertahanan Australia mengatakan mereka akan merombak landasan pacu tersebut agar bisa menampung lebih banyak pasukan.

Juru bicara Jetstar mengatakan maskapai tersebut sedang dalam proses menghubungi pelanggan yang terkena dampak pembatalan.

"Kami sudah menerima konfirmasi dari Departemen Pertahanan Australia bahwa konstruksi landasan pacu Bandara Darwin sedang berlangsung pada bulan Oktober yang akan berdampak pada penerbangan kami antara Darwin dan Bali," katanya.

"Kami akan menghubungi pelanggan yang memesan perjalanan selama periode kerja tiga pekan untuk mendiskusikan pilihan mereka, termasuk penerbangan tidak langsung melalui pelabuhan lain, kredit perjalanan, atau pengembalian uang.

"

"Kami tahu ini akan mengecewakan dan membuat frustrasi pelanggan yang terdampak dan kami berterima kasih atas pengertian mereka."

"

Juru bicara juga mengatakan Jetstar berhenti menerima pesanan untuk penerbangan pada bulan April sambil menunggu konfirmasi pekerjaan landasan pacu.

Rute Darwin-Denpasar akan dibuka kembali mulai Minggu, 29 Oktober.

Jetstar adalah satu-satunya maskapai penerbangan yang mengonfirmasi bahwa pihaknya akan membatalkan penerbangan selama periode konstruksi ini.

Sementara itu, juru bicara maskapai Airnorth mengatakan pihaknya tidak membatalkan layanan Darwin selama periode tiga minggu pembangunan tersebut.

Dalam pernyataannya, juru bicara Qantas mengatakan meskipun tidak ada pembatalan, mereka "mengganti waktu sejumlah penerbangan untuk meminimalisir dampak konstruksi landasan pacu".


Diproduksi oleh Natasya Salim dari laporan dalam bahasa Inggris