ABC

Jelang Halloween Petani di Broome Panen 15 Ribu Labu

Sebuah perkebunan didekat Kota Broome, Kimberley, Australia Barat tengah sibuk memanen buah labu ‘jack-o-lantern’ menjelang perayaan Halloween.

Sesuatu yang dimulai sebagai usaha coba-coba tujuh tahun lalu di lahan perkebunan tersebut berubah menjadi tanaman yang menguntungkan bagi petani kebun, Rusty Dredge
“Halloween adalah tren yang terus berkembang di Australia. Ini menjadi peristiwa paling dirayakan ketiga di Australia setelah Natal dan Paskah,” katanya.
“Pertumbuhan penjualan labu Halloween sangat pesat, jika awalnya kami hanya menjual 1500 buah labu tahun ini permintaannya meningkat sekitar 15.000 buah labu Halloween.”
Dredge mengatakan labu Halloween umumnya untuk diukir, sehingga memiliki labu dengan ukuran dan warna yang tepat sangat penting.
Dia mengatakan, waktu memanen juga sangat penting.

“Jadi ada batas waktu untuk menanam jenis tanaman ini, kalau tidak, kami akan melewatkan perayaan Halloween tanggal 31 Oktober.

Labu Halloween
Labu Halloween siap untuk dipasarkan.

Supplied: Ginmore Farms

Mengekspor labu untuk pertama kali

Dredge mengakhiri panen labu di perkebunannya pekan ini dan mengatakan ia berhasil memanen 15.000 buah labu musim ini.
Kebanyakan dari labu ini akan berakhir di rak-rak supermarket di sekitar Australia Barat, sebagian di antaranya juga akan dikirim ke Australia Selatan tahun ini.
Labu Halloween dari Kota Broome juga akan diekspor untuk pertama kalinya.
“Kami akan mengekspor labu jack kecil ke Singapura … saya punya sekitar setengah lusin palet,” kata Dredge.
“Mereka akan diterbangkan dari Bandara Perth, ini pertama kalinya kami mengekspor, jadi ini cukup menarik.”
Berat ideal untuk labu ‘jack-o’-lantern’ besar adalah antara lima hingga delapan kilogram
Meskipun sangat populer di Amerika Serikat, Halloween diyakini berasal dari festival pagan di negara celtic (Indo-Eropa) yang dikenal dengan sebutan Samhain (diucapkan ‘Sow-en”), berasal dari sekitar 2000 tahun yang lalu.
Diterjemahkan pada pukul 15:15 WIB, 5/10/2016, oleh Iffah Nur Arifah. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.