ABC

Janda Polisi di Bali Tolak Tawaran Kompensasi Sara Connor

Ketut Arsini, janda polisi Wayan Sudarsa yang tewas di Bali, telah menolak tawaran kompensasi uang yang ditawarkan oleh Sara Connor, warga Australia yang dituduh sebagai pembunuhnya.

Ketut Arsini mengatakan dia menginginkan agar hukum ditegakkan atas kasus pembunuhan suaminya bulan Agustus lalu di Pantai Kuta.

Dalam sebuah surat yang ditulis tangan yang ditujukan kepada keluarga Wayan Sudarsa, Connor (46 tahun) yang berasal dari Byron Bay di NSW, menyampaikan 'simpati yang paling dalam."

"Tas saya dicuri. Saya berusaha melindungi Sudarsa dengan memisahkan David dari dia," tulis Connor.

"Tetapi sekarang karena saya berusaha memisahkan mereka, saya berada di posisi yang buruk," tambahnya.

"Saya ingin Anda menerima sumbangan Rp 25 juta, untuk membantu Anda dan anak-anak. Saya selalu berdoa untuk kalian semua," lanjut Connor dalam surat tersebut.

Istri Wayan Sudarsa, Ketut Arsini, dihadirkan sebagai saksi di Pengadilan Negeri Denpasar hari Selasa (13/12/2016) dan langsung menolak tawaran tersebut. Dia mengatakan dirinya ingin agar warga Australia dan pacarnya yang asal Inggris dihukum berat, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Bila dinyatakan bersalah Sara Connor dan David Taylor bisa dihukum maksimal 15 tahun penjara. Mereka diadili dengan tuduhan pembunuhan, penyerangan yang menyebabkan kematian, dan mengeroyokan.

"Saya menyesal dengan apa yang terjadi. Ini adalah tragedi yang membuat semua orang sedih dan kehilangan. Dan penyesalan mendalam yang tidak akan pernah saya lupakan," kata Sara Connor dalam suratnya.

"Saya datang ke Bali untuk berlibur, untuk bersantai di tempat yang indah. Kadang saya berpikir ini mungkin memang sudah nasib yang akan mengubah hidup kami begitu besarnya," tambahnya.

Connor dan Taylor disidangkan secara terpisah. Connor akan disidangkan kembali pada 22 Desember mendatang.

Letter from Sara Connor to Bali policeman's widow, Ketut Arsini.
Surat yang ditulis Sara Connor untuk janda Wayan Sudarsa, Ketut Arsini.

ABC News: Samantha Hawley


Diterjemahkan pukul 12:45 AEST 14/12/2016 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini