ABC

Jahe Untuk Menghilangkan Mual Akibat Kemoterapi

Para peneliti di Bond Univesity di Queensland, Australia, kini meneliti apakah jahe dapat meredakan mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi.

Jahe telah lama digunakan sebagai obat untuk mual pada kehamilan atau mabuk perjalanan. Kini para peneliti itu ingin mengetahui jahe dapat digunakan dalam mengobati efek samping kemoterapi.

Mual dan muntah yang dialami pasien kanker yang menjalani kemoterapi secara signifikan dapat mempengaruhi nafsu makan, gizi dan kualitas hidup mereka.

Penelitian bernama Supplemental Prophylactic Intervention for Chemotherapy-induced Nausea and Emisis (SPICE) ini bertujuan mengurangi gejala mual dan muntah tersebut.

Kepala Nutrisi dan Diet pada Bond University Liz Isenring menjelaskan studi percontohan suplemen jahe ini menunjukkan beberapa hasil yang menjanjikan.

"Umumnya muntah dan mual berkurang dan kualitas hidup yang lebih baik," katanya.

"Selalu ada pembicaraan, cerita lama yang diyakini... sebenarnya ada bukti bahwa jahe memang berguna untuk mengatasi mual-mual dan kemabukan," kata Profesor Isenring.

Pasien dalam percobaan lebih besar akan diberikan jahe standar empat kali sehari sejak awal kemoterapi mereka.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahan-bahan apa dan dosisnya yang mungkin bisa mengatasi mual.

"Tentu saja ada alasan teoritis mengapa hal itu tampaknya bermanfaat," kata Profesor Isenring. "Tantangannya adalah ada berbagai macam komponen berbeda yang terkandung dalam jahe."

'Menjamin Kualitas Hidup'

Diharapkan jika ujicoba ini terbukti berhasil, jahe bukannya akan menggantikan obat anti-mual, tapi akan memberikan tambahan bagi dokter untuk membantu pasien mengurangi gejala-gejalanya.

Penelitian ini menelan dana $ 200.000 selama dua tahun yang berasal dari hibah Cancer Council Queensland.

Juru bicara lembaga itu Katie Clift mengatakan penelitian ini bisa bermanfaat bagi ribuan pasien.

"Memastikan kualitas hidup bagi semua pasien kanker, dari diagnosis terhadap pengobatan dan seterusnya, merupakan prioritas bagi Cancer Council Queensland," katanya.

"Pasien kanker mengalami berbagai efek samping selama perawatan. Kami berharap penelitian ini memberikan solusi meminimalkan efek dari kemoterapi," tambahnya.

Diperkirakan hingga 300 pasien akan ikut ambil bagian dalam ujicoba ini.

Diterbitkan Pukul 13:00 EST 13 Februari 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris.