ABC

Insinyur Perempuan Asal Malaysia Bantu Australia Membangun Jalan yang Rumit

Para insinyur teknik dari berbagai negara, termasuk dari Malaysia, sudah tiba di negara bagian New South Wales (NSW) untuk terlibat dalam pembangunan jalan Coffs Harbour Pacific Highway di Australia.

Proyek pembagunan jalan bernilai lebih dari $AUD 2,2 miliar dengan panjang 14 kilometer akan melibatkan tiga persimpangan besar dan tiga terowongan melalui medan berbukit.

Pembangunan jalan ini menjadi salah satu yang terumit di Australia, hingga harus mendatangkan para insinyur dari luar ngeri karena kurangnya tenaga teknik lulusan dalam negeri yang tersedia saat ini.

Lembaga Transport NSW yang mendanai proyek ini mengatakan Australia sedang kekurangan insinyur teknik sebanyak 30 ribu orang. Diperkirakan dalam tujuh tahun kedepan jumlahnya akan membengkak menjadi 100 ribu orang.

"

"Yang terjadi saat ini di industri konstruksi adalah banyak proyek bernilai miliaran dolar dibangun tidak saja di NSW, tapi juga di seluruh Australia," kata wakil kepala proyek Rochelle Hicks.

"

"Jadi ini membuat sulitnya menemukan insinyur yang bisa bekerja di proyek seperti ini dan kami harus melakukan pencarian tenaga dari luar negeri."

Gamuda, perusahaan teknik yang berbasis di Malaysia, serta perusahaan konstruksi Spanyol Ferrovial mendapatkan kontrak untuk mendesain dan membangun proyek yang didanai bersama oleh pemerintah negara bagian NSW dan pemerintah federal Australia.

Masih cari pekerja asing

Juru bicara Transport for NSW mengatakan mempekerjakan tenaga lokal merupakan prioritas, karena proyek ini membutuhkan total pekerja lebih dari seribu orang.

Ia mengatakan sudah ada 170 orang pekerja saat ini dan terus mencari pekerja di sedikitnya sembilan bidang teknik yang dibutuhkan di Australia.

Meski sudah berusaha menjaring dengan pemasangan iklan di seluruh Australia, beberapa tenaga teknik di bidang tertentu akhirnya didatangkan dari luar Australia.

Nadhrah Haniffah adalah satu dari 14 insinyur asing yang didatangkan dari luar Australia.

Nadhrah pindah ke Coffs Harbour dari Kuala Lumpur bulan lalu untuk terlibat dalam proyek selama empat tahun.

"

"Saya tahu ini merupakan kesempatan yang bagus dan pengalaman yang bagus, jadi mengapa tidak?"," katanya.

"

Tugasnya adalah mengawasi pembangunan sedikitnya 17 jembatan yang dibangun di jalur tersebut.

Ia mengaku senang dengan irama kehidupan yang lebih pelan di Coffs Harbour mulai dari kesempatan untuk melihat kanguru dan melakukan jalan kaki di kawasan semak-semak.

Ia juga berharap suami dan orang tuanya bisa datang dan mengunjunginya di saat dia bekerja di proyek tersebut.

"Saya ingin mereka datang dan melihat tempat yang indah ini," katanya.

Senang bekerja dengan insinyur perempuan

Rochelle Hicks yang menjadi pengawas pekerja mengatakan pembuatan jalan melalui kawasan perbukitan di luar kota Coffs Harbour menjadi tantangan yang menarik dari sisi teknik pembuatan jalan.

Dia mengatakan bekerja dengan para insinyur dari luar negeri memberikan manfaat bagi proyek tersebut.

"Senang bisa bekerja dengan seorang insinyur perempuan muda dari luar negeri yang membawa pengetahuan dan keterampilannya dalam hal bagaimana kami bisa membangun dan menjalankan proyek ini nantinya," kata Rochelle.

Ia mengatakan semakin banyak perempuan yang terlibat dalam pembangunan jalan tersebut. Sejauh ini 37 persen pekerjanya adalah perempuan.

"

"Bahkan beberapa tahun lalu, bukanlah hal yang aneh ketika saya menghadiri sebuah pelatihan besar dan saya menjadi satu-satunya perempuan di sana, dengan 30-40 lainnya adalah pria, sekarang sudah hampir 50-50," kata Rochelle.

"

"Jadi bagi saya pribadi melihat perubahan ini jadi hal yang luar biasa di industri ini." 


Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News