ABC

Inilah Hal-hal yang Dirindukan Dari Australia

Beberapa waktu lalu, Australia Plus Indonesia bertanya di halaman Facebook kami soal apa yang paling dirindukan bagi mereka yang pernah berkunjung ke Australia. Kami mendapatkan lebih dari 40 respon.

Dari komentar yang masuk, kami mencoba bertanya kembali kepada sejumlah orang, termasuk kepada audiens Australia Plus China tentang apa saja yang membuat mereka selalu teringat akan Australia. Jawabannya sangat beragam, mulai dari pemandangan, fasilitas, keramahan warga Australia hingga pengalaman pribadi yang sangat berkesan saat mereka berada di Australia.

Faisal Rusdi

FAISAL RUSDI
Faisal dan istrinya, Cucu Saidah, tidak menemukan kesulitan saat jalan-jalan di Australia, meski menggunakan kursi roda.

koleksi pribadi

Nama Saya Faisal, asal Bandung, Jawa Barat. Saya memiliki keterbatasan fisik dan menggantungkan kaki saya pada kursi roda listrik. Mungkin Anda berpikir akan sulit berjalan-jalan bagi orang-orang seperti kami.

Tetapi pengalaman saya ke Australia sangat menyenangkan. Australia memiliki fasilitas umum yang baik bagi warganya yang difabel, sehingga membantu para turis difabel juga.

Saya pernah ke Sydney, Melbourne, dan Adelaide. Hampir semua jalanan dan kendaraan umum di Australia bisa diakses oleh difabel.

Kedua tangan saya juga tidak berfungsi. Tapi dengan fasilitas Mobility Pass, saya tak perlu repot-repot untuk memvalidasi tiket ke mesinnya, saat naik kereta dan bis di Adelaide. Orang yang menemai saya juga mendapat Companion Card, sehingga mendapatkan potongan harga untuk tiket transportasi umum, tiket masuk bioskop, konser, dan masih banyak lagi.

Saya akan rindu dengan fasilitas dan warga Australia, yang sangat menghargai orang-orang difabel. Mereka membantu dan memprioritaskan kami yang memiliki kebutuhan khusus untuk menggunakan fasilitas umum.

Saya telah berjanji untuk mendukung dan mendorong pemerintah Indonesia agar membangun lebih banyak infrastruktur yang bisa diakses oleh warga difabel dengan mudah

Dwi Syafrina

Dwi Syafrina
Dwi sejenak menikmati momen kebahagiaan, saat berkunjung ke kawasan Charlotte Pass, New South Wales.

Koleksi pribadi

Perkenalkan saya Dwi dari Medan, Sumatera Utara. Di bulan November 2016, saya pergi ke Australia untuk liburan. Bersama suami, saya punya kesempatan mengeksplor Perth, Sydney, Albion Park, dan Wollongong selama sembilan hari.

Tapi yang paling berkesan adalah saat pergi ke Cooma, sebuah kota kecil di pedalaman New South Wales.

Saya mendapatkan suasana yang saya inginkan di pedesaan, rapi, bersih, tenang, teratur. Perumahan yang indah serta pekarangannya yang banyak dihiasi bunga-bunga indah, serta orang-orangnya yang ramah.

Walaupun pedesaan, tapi semua fasilitas hidup yang dibutuhkan hampir semua ada. Dari sekolah, bank, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, kantor polisi, sampai pemadam kebakaran juga ada.

Yang paling saya rindukan adalah suasananya. Udara yang bersih dan sejuk ditambah pemandangan desa yang sangat saya sukai.

Dian Anggoromukti

Dian Anggoromukti
Dian mengunjungi negara bagian Queensland saat ambil bagian Program Bahasa Inggris dan Budaya di University of Southern Queensland

Koleksi pribadi

Hai, saya Dian dari Jawa Tengah. Saya mungkin hanyalah seorang yang beruntung bisa mewujudkan mimpi waktu remaja dulu untuk berlibur di kawasan elit, yaitu pantai Gold Coast, Queensland.

Saya berangkat ke Queensland, Australia pada bulan Agustus 2012, untuk mengikuti English Language and Culture Program di Univesity of Southern Queensland. Program ini adalah bagian dari kerjasama pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan negara bagian Queensland.

Saat saya berada di Toowoomba, sekitar 1,5 jam perjalanan dari Brisbane, itulah petualangan terindah yang tak akan pernah dilupakan saat berada di Down Under.

Saya pernah merasakan berada di tengah-tengah tempat yang jauh, saat mengajar di Wyreema Street School. Sepanjang perjalanan hanya melihat sapi dan tanah yang tandus, jarang ketemu manusia.

Saya senang pergi ke taman-taman yang sudah tersedia sejenis kompor untuk memanggang daging atau barbecue gratis dan dapat menikmati keindahan alam tanpa pungutan biaya masuk.

Steven Chaw

CHI_steven chaw
Steven Chaw, (kedua dari kanan berkaos kuning) saat acara makan-makan bersama keluarga besarnya di Sydney.

Koleksi pribadi

Saya Steven asal Malaysia. Bagi saya, Australia adalah sebuah negara asing, tapi sekaligus terasa familiar juga.

Di tahun 1998, saya berkunjung ke Australia untuk pertama kalinya. Saya tinggal di Perth selama sebulan, untuk mengunjungi tante saya dan keluarganya.

Saat pulang dari Australia, saya mengatakan pada diri sendiri untuk berkunjung lagi ke Australia. Benar saja, 15 tahun kemudian, di tahun 2013, saya kembali ke Australia.

Kali itu saya berkunjung ke Sydney. Meski hanya seminggu, tapi pengalaman saya tak bisa digambarkan dalam kata-kata.

Australia adalah negara yang sangat peduli dengan orang-orangnya. Warganya pun ramah dan mereka tahu bagaimana menikmati hidup. Australia memiliki transportasi umum yang maju... dan sangat bersih.

Jingmin Yao

Yarra River on a sunny day in Melbourne
Pemandangan ke arah sungai Yarra dari seberang kawasan Southbank, Melbourne.

Foto: Koleksi ABC News, James Hancock

Nama saya Jingmin Yao. Saya berasal dari Taiwan. Saya berkunjung ke Melbourne di bulan Juli 2014 dan tinggal selama dua bulan.

Saya senang duduk-duduk di lapangan, sambil menggenggam secangkir kopi panas, melihat burung camar dan pejalan kaki. Atau menikmati sinar matahari yang hangat, membuat saya merasa rileks.

Tempat favorit saya adalah Southbank. Saya senang jalan-jalan di pinggir sungai Yarra, melihat kerlap-kerlip lampu dari gedung-gedung di pinggir sungai.

Semua hal tentang Australia adalah indah. Setelah dua tahun meninggalkan Australia, saya benar-benar rindu negara ini.

Saya rindu banana bread, fish and chips. Saya rindu kebebasan yang dirasakan di Australia.

Yolanda Yim

CHI_Yolanda Yim_supplied
Yolanda mengatakan ia lebih kangen dengan orang-orang Australia, daripada makanannya.

Koleksi pribadi

Saya Yolanda, dari Hong Kong. Musim panas tahun 2015, saya berkunjung ke Sydney dan bekerja di Macleay Museum di University of Sydney selama dua bulan untuk magang.

Rekan-rekan kerja saya sangat baik kepada saya. Mereka mengurus saya, mengajak saya berkeliling, dan memberi tahu banyak pada saya, sehingga membuat saya merasa ada di rumah sendiri.

Saya rindu dengan cuaca di Australia. Bahkan di musim dingin, tetap cerah dan hangat. Matahari tenggelam lebih awal dan membuat langit berwarna merah muda, sangatlah indah.

Makanan juga harus dicoba saat di Australia, oyster yang segar, sashimi dari ikan salmon, dan favorit watermelon cake. Saya juga rindu makan steak, iga kambing, kentang goreng, cokelat panas, dan es krim gelato.

Jika ada yang lebih dirindukan dari makanan di Australia, maka jawabannya adalah warganya. Warga Australia sangat ramah, sopan, dan penuh akan humor. Suatu hari saya pergi dan teman saya tersesat saat hendak makan malam. Seorang warga Australia yang ramah menghampiri kami dan memberitahu dimana restoran yang kami cari. Banyak contohnya untuk menggambarkan keramahan mereka.

Terima kasih Australia, untuk memberikan kesempatan bagi saya merasakan momen-momen indah. Semua orang yang saya temui di Australia adalah yang terbaik yang pernah saya temui dalam hidup saya.

Bergabunglah bersama komunitas Australia Plus Indonesia di Facebook.com/AustraliaPlusIndonesia. Dengan aktif memberikan komentar, siapa tahu kisah dan pengalaman Anda akan kami muat di cerita-cerita selanjutnya.