ABC

Ini Dia Obat Baru Kanker Kulit Pengganti Kemoterapi

Sebuah pengobatan baru yang terbukti lebih berhasil daripada kemoterapi dalam mengobati melanoma (kanker kulit) juga bisa digunakan untuk mengobati kanker lainnya.

Uji klinis telah menunjukkan, obat bernama ‘Keytruda’ ini mengurangi atau menghilangkan penyakit di hampir 50% pasien dengan melanoma stadium lanjut.

Obat ini pada dasarnya menggantikan kemoterapi dan telah ditempatkan pada skema manfaat farmasi, yang berarti jika pasien melanoma memenuhi kriteria tertentu, mereka akan diobati secara gratis.

Tapi langkah berikutnya akan membuatnya bisa diakses untuk pasien kanker lainnya.

Kathy Gardiner, yang didiagnosis dengan kanker kulit stadium 4 atau akhir, mengatakan, ia sudah menjalani radioterapi dan beberapa operasi ketika ia menerima akses penuh perhatian untuk percobaan Keytruda.

Informasi kunci:

• Obat, yang pada dasarnya menggantikan kemoterapi, ditempatkan pada skema manfaat farmasi

• Tantangan berikutnya adalah membuatnya bisa diakses untuk pasien kanker lainnya

• Sebanyak 40% dari pasien akan mengalami penyusutan tumor

Lebih dari dua setengah tahun kemudian, ia tetap bebas dari melanoma dan tak lagi menerima pengobatan.

"Sangat menakjubkan menjadi salah satu pasien yang tak memiliki bukti akan respon penyakit," sebutnya.

Dokter Kathy, Victoria Atkinson, seorang ahli onkologi medis di Rumah Sakit Princess Alexandra di Brisbane, mengatakan, itu adalah pertama kalinya obat memperbaiki tingkat kelangsungan hidup pasien dengan melanoma stadium lanjut, yang digunakan untuk menjadi prognosis terminal (akhir).

"Rata-rata kelangsungan hidup pasien dengan melanoma hingga tahun 2010 adalah sembilan bulan [semua stadium]," tutur Victoria Atkinson.

"Hasil yang telah diterbitkan telah menunjukkan bahwa 55% dari pasien dengan Keynote-006, yang merupakan uji coba penting, masih hidup di tahun kedua,” sebutnya.

Ia mengatakan, "Jadi itu sangat menggembirakan untuk melihat tingkat respon dengan jumlah sekitar 40% -sehingga berarti 40% dari pasien akan mengalami penyusutan tumor."

Dr Victoria mengatakan, ini berarti ada pasien yang saat ini bebas dari melanoma dan beberapa yang tak lagi membutuhkan pengobatan, sebuah "lompatan signifikan dari kemoterapi".

"Kemoterapi untuk melanoma tak pernah terbukti membuat pasien hidup lebih lama," ujar Dr Victoria Atkinson.

"Kita terbiasa melaluinya karena kita tak memiliki apapun, tetapi itu menunjukkan tingkat penyusutan sekitar 10% dan kelangsungan hidup rata-rata, sehingga berapa lama pasien hidup adalah sembilan bulan," jelasnya.

Tak seperti kemoterapi, yang membunuh sel-sel baik serta kanker, Keytruda merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel-sel kanker.

Diharapkan bisa diterapkan ke bentuk kanker lainnya

Dr Victoria mengatakan, ia berharap obat ini bisa diterapkan untuk kanker lainnya.

"Jika kami melihat terapi kekebalan untuk kanker ganas lainnya, tingkat responnya kurang, tapi masih lebih baik daripada beberapa bentuk kemoterapi yang kami gunakan," sebutnya.

Ia menambahkan, "Jadi hal ini tentunya perubahan yang membuat kami berpikir tentang imunoterapi untuk sejumlah kanker ganas dan ada uji klinis untuk sejumlah kanker."

Profesor Georgina Long, seorang ahli onkologi medis di Institut Melanoma Australia, yang menjalankan berbagai uji klinis, mengatakan, obat ini memiliki "profil efek samping racun yang sangat baik".

"Pasien tak kehilangan rambut mereka, sebagian besar pasien saya kembali bekerja penuh waktu, menjalani hidup normal," terang Georgina Long.

"Mereka akan sering datang, dan mengatakan 'orang-orang selalu bertanya kepada saya bagaimana kabar saya, saya terkena melanoma parah, tapi saya merasa baik, saya hidup normal, saya merasa seperti saya berbohong pada sistem',” tuturnya.

Ia menyambung, "Dan itu benar-benar menunjukkan keberhasilan obat ini."

Profesor Georgina menunjukkan bahwa pengobatan ini masih baru, dengan uji coba baru dimulai kurang dari lima tahun yang lalu, sehingga mereka belum memiliki data jangka panjang.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterjemahkan: 16:45 WIB 20/07/2016 oleh Nurina Savitri.