ABC

Indonesia Gagas Pagelaran Budaya di New South Wales

Sebuah pagelaran tarian dan kesenian dari beragam budaya ditampilkan di Bryon Bay, hari Sabtu (1/04/2017). Acara ini merupakan hasil kolaborasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney dengan pemerintah daerah Bryon Shire.

Bryon Bay yang berada di New South Wales merupakan kawasan pantai populer bagi wisatawan.

Sejumlah daerah di kawasan ini tergenang banjir akibat Badai Siklon Debbie yang menerjang negara bagian Queensland dan New South Wales, pekan lalu.

Menurut keterangan KJRI Sydney, badai tersebut telah melumpuhkan sejumlah aktivitas warga karena banyak sekolah dan kantor yang tutup.

Tetapi pagelaran Bryon Bay Harmony Day yang telah direncanakan dari jauh hari tetap dilakukan, meski tidak jadi digelar di luar ruangan seperti rencana semula.

BryonBayHarmony2_Supplied_3042017
Salah satu penampilan di Bryon Bay Harmony Day.

Foto: KJRI Sydney

Acara ini menampilkan sejumlah musisi dari beragam budaya dunia, seperti dari Afrika, India, Thailand, Kepulauan Pasifik, ada pula tarian Gypsy dan tak ketinggalan tarian Aborigin.

Kesenian Indonesia mendominasi pagelaran yang digelar di Bryon Bay High School Tersebut.

Di antaranya Adelindo Angklung, Jogjakarta Music Group, Suara Indonesia Dancers.

Karya terbaru Garin Nugroho, Bedoyo Pager Bumi, juga ditampilkan untuk pertama kalinya di panggung dunia.

Skip Facebook

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

Skip Facebook Post

FireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.

FACEBOOK: Facebook Live Bryon Bay Harmony Day

Di tengah kondisi yang sedang banjir, ratusan penonton tetap hadir, salah satunya adalah Steve.

"Badai Debbie yang melintasi wilayah Bryon dan menyebabkan banjir di banyak titik tidak menyurutkan tekad kami untuk datang menyaksikan pertunjukan seni dan budaya Indonesia," ujar Steve seperti yang dikutip Australia Plus dari rilis KJRI Sydney.

Menurut Konsulat Jenderal RI untuk Sydney, Dr. Yayan G.H. Mulyana, Australia dan Indonesia sama-sama membutuhkan kebersamaan terlepas dari beragam budaya yang dimiliki.

"Sebagai sesama negara multikultur, promosi harmoni hidup merupakan hal yang sangat penting bagi kedua bangsa kita. Karena itulah, Indonesia pada malam ini, untuk masyarakat Australia di Bryon Bay, secara khusus menghadirkan tiga tim seni dan budaya [tarian Aceh, kesenian Sunda, serta tarian Yogyakarta]," jelasnya.

BryonBayHarmony_Supplied_3042017
Bryon Bay Harmony Day menampilkan grup Adelindo Angklung.

Foto: KJRI Sydney

Judy Shelly, direktur Australia Indonesia Arts Alliance, sebagai pihak penyelenggara mengatakan acara ini telah membawa suasana baru bagi perayaan Harmony Day di Australia.

"Pertunjukan seni dan budaya Indonesia pada malam ini telah meletakkan standar baru yang sangat tinggi bagi perayaan festival Harmony Day. Kami warga Byron sangat merasa terhormat," ujarnya.

"Secara pribadi, pertunjukan malam ini mengobati rasa rindu dan semakin memperdalam rasa cinta saya akan Indonesia, yang telah tertanam sangat lama", ungkap Judy.

Acara ini juga mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.