ABC

Ilmuwan Australia Kembangkan Alat Prediksi Serangan Epilepsi

Para ilmuwan di Melbourne menyatakan telah mengembangkan sebuah perangkat baru yang bentuknya ‘sesuai untuk otak’ dan berpotensi memprediksi serta mencegah serangan epilepsi.

Perangkat yang diberi nama 'Minder’ ini dikembangkan di rumah sakit St Vincent’s Hospital dan Graeme Clark Institute.

Alat ini bisa ditanam di bawah jaringan kulit kepala dan mampu merekam gelombang otak.

Data tersebut kemudian direkam dan disimpan di aplikasi ponsel dan dapat memberitahu para penderita epilepsi atas kemungkinan terjadinya serangan.

Pakar syaraf dan peneliti utama Professor Mark Cook mengatakan data yang direkam ‘Minder’ dapat juga membantu para dokter mendiagnosa epilepsi dan menyesuaikan pengobatan bagi pasien.

“Sangat sulit memperkirakan berapa banyak serangan yang diderita seorang pasien epilepsi. Ketika mereka mengalami serangan seringkali sulit memperkirakan pengobatan apa yang tepat atau bagaimana membuat mereka menjadi aman dari serangan,” jelasnya.

“Perangkat ini akan memberikan peringatan semacam itu sehingga mereka dapat memperkirakan apakah aman melakukan berbagai hal dan pergi keluar. Begitu juga jika pengobatan yang mereka terima bekerja dengan baik," papar Prof. Cook.

“Perangkat ini akan mengubah kondisi pasien epilepsi secara signifikan karena mereka akan memiliki kendali yang lebih baik terhadap kehidupan mereka,” jelasnya seraya menambahkan, perangkat tersebut dapat membantu ratusan ribu penderita epilepsi.

"Satu persen dari populasi Australia menderita epilepsi kronis. Banyak di antara mereka tidak cukup dikontrol oleh perawatan yang ada sekarang. Jadi kehadiran perangkat ini akan membantu mereka semua," katanya.

Prof. Cook mengatakan pengobatan untuk penderita epilepsi sebagian besar bersifat jangka panjang, sehingga tidak tersedia banyak perawatan untuk segera menghentikan kejang-kejang yang mereka alami.

Sejauh ini, perangkat ‘Minder’ baru diujicobakan pada domba, namun telah dikembangkan selama lebih dari lima tahun.

Periset mengatakan perangkat itu bisa tersedia dalam kurun waktu empat tahun lagi, jika tersedia pendanaan yang cukup untuk memproduksinya.

Perangkat bernama 'minder'
Data yang dikumpulka dari perangkat bernama 'minder' ini akan membantu dokter mendiagnosa epilepsi dan menyesuaikan pemberian obat untuk pasien, kata peneliti.

Supplied

Menghemat anggaran kesehatan

Kepala Bionics Institute, Robert Klupacs mengatakan perangkat tersebut bisa menghentikan penggunaan anggaran untuk biaya pengobatan seorang pasien sebesar $ 15.000 hingga $ 25.000 atau sekitar Rp 152 juta hingga Rp254 juta.

"Kedengarannya jumlahnya sangat besar. Tapi ketika kita menghitung berapa banyak uang yang harus dibayarkan saat ini untuk memantau kesehatannya selama tiga, enam, 12 bulan, sebenarnya harganya lebih mahal dari itu," katanya.

Klupacs berharap perangkat ini bisa diuji secara klinis dalam kurun waktu 12 bulan. “Apa lagi yang ditunggu untuk memproduksi alat ini secara massal,” katanya.

“Tujuan dari ilmu pengetahuan di Australia adalah menciptakan teknologi yang akan dapat meningkatkan kehidupan para pasien,” jelasnya.

“Orang Australia mampu melakukan hal ini. Mereka mampu melakukannya secara klinis, khusus untuk pertimbangan teknik. Kendala kita saat ini adalah bagaimana mengkomersialkannya," tambahnya.


Diterjemahkan 10/7/2017 oleh iffah Nur Arifah dan simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.