ABC

Hasil Riset Rencana Strategis Industri Gula Australia Diluncurkan

Hasil penelitian mengenai rencana strategis industri gula Australia yang telah disusun selama 5 tahun akhirnya rampung dan diluncurkan ke publik. Hasil riset ini akan menjadi semacam peta jalan atau road map yang akan menentukan arah strategis industri gula Australia kedepan.

Setelah tiga tahun melakukan perencanaan intensif, lobi dan konsultasi, Badan Riset Gula Australia (SRA) akhirnya memperlihatkan peta jalan tersebut dalam konferensi pakar teknologi masyarakat gula Australia di Gold Coast.

Ironisnya, ini merupakan konferensi yang sama yang memutuskan untuk menghapuskan keberadaan Lembaga Biro Stasiun Riset Percobaan Gula (BSES), untuk mendukung model baru yang dicanangkan oleh para peneliti dan petani tebu.
 
Tapi tiga tahun kemudian, ketua SRA,  Paul Wright mengatakan ada keyakinan mengenai riset masa depan industri gula, pengembangan serta perluasan yang telah ditetapkan pada jalur yang lebih berkelanjutan.
 
Wright mengatakan delapan bidang fokus utama telah ditetapkan oleh kalangan perkebunan dan pabrik, yang sekarang diwajibkan membayar retribusi untuk penelitian ini.

Tidak mengherankan, dalam kondisi dimana harga gula dunia yang terus tertinggal dan menurunnya produktivitas, mengembangkan cara pembenihan yang lebih efisien, memilih dan melepaskan varietas tebu baru menjadi program pilihan yang masuk dalam daftar prioritas.

"Perusahaan pengolah tebu ingin menggiling tebu dalam jumlah banyak. Dan petani menginginkan kualitas tebu yang baik yang dapat memproduksi kadar gula atau CCS yang baik. Jadi ada sekelompok pabrik dan sekelompok petani yang menentukan factor apa saja yang memberi bobot ekonomi mengenai tebu seperti apa yang akan kita kembangbiakan di masa depan, "kata Wright.

 "Setidaknya di bawah sistem berbasis retribusi ini kita tahu ... semakin sukses kita mengembangkan varietas pemuliaan yang menghasilkan volume yang lebih besar, maka jumlah produksi akan lebih besar, dan akan semakin banyak dana yang tersedia untuk penelitian gula.”

Wright mengatakan keputusan untuk menggantikan model perpanjangan satu lawan satu dengan model komunikasi untuk menghasilkan riset dan informasi bagi kalangan industri gula Australia ini siap dievaluasi setelah berjalan 12 bulan.

"Yang utama adalah adopsinya. Sehingga kita bisa menghasilkan informasi, tapi jika tidak diadopsi maka sama saja dengan tidak melakukan riset dilapangan, di perkebunan tebu dan di perusahaan penggilingan tebu. Sehingga sekarang kita punya mekanisme evaluasi mengenai proses adopsi itu yang akan mencari tahu apakah ada jalanlain yang lebih baik untuk mendorong tingkat adopsi yang lebih tinggi,” katanya.