ABC

Hasil Plebisit Pernikahan Sesama Jenis di Australia Diperjudikan

Pernikahan sesama jenis semacam sepak bola politik, namun keputusan seorang bandar judi untuk mempertaruhkan plebisit legalisasi pernikahan ini dinilai "sangat tidak pantas".

Agen judi online Sportsbet menawarkan beberapa pasar judi terkait survei tersebut, termasuk hasil akhir Ya atau Tidak serta jumlah suara Ya.

Pasar judi ini memicu kemarahan dari kelompok kampanye pendukung Ya, yang mengatakan banyak kaum LGBTI merasakan perdebatan seputar plebisit ini membuat mereka stres.

"Memilih untuk keabsahan hubungan sejumlah warga Australia sudah cukup buruk. Namun memperjudikannya jelas merupakan hal yang sangat tidak pantas," kata anggota parlemen dari Sydney dan tokoh kampanye Ya, Alex Greenwich.

Tapi Sportsbet mengatakan bahwa pasar "berbeda dengan permainan sepakbola" dan sebelumnya telah menawarkan ratusan pasar perjudian terkait politik.

"Dalam banyak hal, ini jajak pendapat untuk melihat kehendak orang, dan pasar seperti ini bukan hal baru bagi taruhan besar," kata seorang juru bicara Sportsbet.

"Ini berbeda dengan pertandingan sepakbola," katanya. "Lebih banyak taruhan untuk pilihan Tidak secara individu, tapi kami telah menghasilkan uang sekitar 40 persen lebih banyak untuk pilihan Ya."

Alex Greenwich
Politisi lokal di Sydney Alex Greenwich pendukung pernikahan sesama jenis.

ABC News: Philippa McDonald

Sumbangan amal

Bandar judi menyatakan telah membuka pasar judi untuk perkawinan sesama jenis, namun mengatur pasar judi untuk plebisit bulan lalu ketika pemungutan suara ini dikonfirmasi akan dilanjutkan.

Greenwich mengatakan kesehatan mental kaum LGBTI terpengaruh oleh perdebatan tersebut.

"Saya pikir Sportsbet, mengeruk uang dari proses ini, sangat mengkhawatirkan," katanya.

"Ini bukan hal yang diinginkan bagi orang gay di Australia. Tapi kami berusaha sekuatnya untuk memenangkannya," jelasnya.

Dia mengatakan perusahaan tersebut harus menyumbangkan keuntungan yang diperolehnya dari pertaruhan ini untuk layanan konseling kaum LGBTI.

Biro Statistik Australia ABS telah mendistribusikan formulir suara ke pemilih terdaftar. Hasilnya plebisit ini diperkirakan akan diketahui pada bulan November mendatang.

"Begitulah pasar. Siapa pun dapat memilih 'ya' atau 'tidak' dan lebih banyak orang bersedia mempertaruhkan uang mereka ke pilihan 'ya'. Jadi saya kira orang sangat bersimpati," kata jurubicara Sportsbet.

"Belum ada orang yang menyampaikan ke kami bahwa hal ini menjadi masalah sekarang atau dalam lima tahun terakhir," katanya.

"Saya kira pemberian suara melalui pos mengganggu orang, bukan pasar, karena hal ini sudah lima tahun ada di sini," tambahnya.

Kelompok Koalisi untuk Perkawinan telah dihubungi untuk dimintai komentarnya.

Diterbitkan oleh Farid M. Ibrahim dari artikel ABC News di sini.