ABC

Harga Rumah di Sydney dan Melbourne Terus Turun

Penurunan harga rumah di dua kota terbesar di Australia Sydney dan Melbourne terus berlangsung, dan selama bulan September, kedua kota ini mengalami penurunan harga rumah terbesar.

Penurunan di bulan September berarti selama 12 bulan berturut-turut harga rumah di Australia secara nasional menuurn, dengan Melbourne mengalami penurunan sebesar 0,9 persen.

Sydney, Perth, Darwin dan Adelaide juga mencatat penurunan harga di bulan pertama musim semi tahun 2018, sementara di Brisbane, Canberra, dan Hobart mengalami kenaikan harga sedikit.

Data dari perusahaan pencatat harga rumah di Australia CoreLogic menunjukkan harga rumah secara nasional turun 2,7 persen dibandingkan bulan September tahun lalu, dengan penurunan di ibukota mengalami yang terbesar yaitu 3,7 persen, sementara di daerah regional mengalami kenaikan 1,2 persen.

Selama setahun terakhir, Sydney menjadi kota yang mencatat penurunan terbesar yaitu 6,1 persen, disususl Darwin 3,7 persen, Melbourne 3,4 persen dan Perth 2,8 persen.

Kepala peneliti CoreLogic Tim Lawless dalam penjelasannya kepada ABC News mengatakan penurunan harga rumah 'semakin mengalami momentum' di musim semi sekarang ini.

"Sebagian besar disebabkan karena semakin ketatnya pendanaan, khususnya bagi para investor." katanya.

"Tetapi juga selama musim semi, kita melihat semakin banyak juga properti yang dijual."

"Jadi kita melihat meningkatnya iklan penjualan properti di saat pembeli berkurang."

Statistik dari akhir pekan September mengukuhkan hal tersebut, dimana angka rumah yang terjual dalam lelang kurang dari 50 persen di Sydney, sementara di Melbourne, jumlahnya hanya sedikit di atas 50 persen.

Sebelumnya angka lelang yang disebut clerance rate bisa mencapai sekitar 70-80 persen, artinya dari seluruh properti yang dilelang selama akhir pekan, 70 persen terjual.

Menurut Lawless, adanya pertandingan final AFL (sepakbola gaya Australia) di Melbourne hari Sabtu dan final rugby di Sydney hari Minggu, yang dimulai dengan hari libur hari Jumat membuat aktivitas pasar penjualan properti menurun.

Menurut Lawless, angka penjualan dan harga rumah diperkirakan akan terus menurun sampai tahun depan.

"Tampaknya kredit pinjaman untuk membeli rumah akan semakin ketat mulai sekarang." kata Lawless.

"Kemungkinan adalah harga rumah akan terus menurun sampai akhir tahun 2018 dan juga mungkin sepanjang tahun 2019."

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini