ABC

Harapan Warga Indonesia Jelang Laga Perdana Rio Haryanto di F1 Melbourne

Pebalap Indonesia Rio Haryanto akan terjun di lomba Grand Prix pertama musim 2016 di Albert Park, Melbourne. Sebagai pebalap baru, Rio Haryanto mengatakan agar harapan masyarakat Indonesia terhadap dirinya tidak berlebihan. ABC Australia Plus Indonesia bertanya kepada beberapa warga Indonesia di Australia mengenai harapan mereka terhadap Rio.

Gusti Ngurah Purusha adalah warga Indonesia yang tinggal di Perth (Australia Barat), dan sudah pernah tiga kali menonton balapan F1 di Albert Park.

"Terakhir tahun lalu, saya menonton langsung. Tahun ini saya tidak bisa menyempatkan diri menonton karena ada pekerjaan lain," kata Gusti, yang sehari-hari bekerja sebagai arsitek tersebut kepada wartawan ABC L.Sastra Wijaya.

Sama seperti banyak penggemar olahraga otomotif lainnya, Gusti merasa sangat senang dan bangga bahwa akhirnya ada pebalap Indonesia berlaga di F1.

"Sebelum pengumuman oleh tim Manor, saya memang sudah berharap-harap dia akan masuk. Senang sekali akhirnya tim Manor mengumumkan, walau agak terlambat." kata Gusti.

Rio Haryanto bersama Konjen Indonesia di Melbourne Dewi Wahab. (Foto: Erwin Renaldi)
Rio Haryanto bersama Konjen Indonesia di Melbourne Dewi Wahab. (Foto: Erwin Renaldi)

Apa yang sekarang diharapkannya dari penampilan Rio di Melbourne?

Menurutnya, yang realistis adalah berharap bahwa Rio akan bisa bersaing dengan rekan satu timnya, Pascal Wehrlein.

"Rio sebelumnya sudah cukup bersinar di GP2. Jadi sekarang menarik bagaimana dia mencatat kemajuan, misalnya dari sisi catatan waktu, apakah dia bisa mengalahkan rekan satu timnya, karena mereka menggunakan mobil yang sama," kata Gusti.

Dan untuk prestasi sepanjang musim, Gusti menilai bahwa Rio Haryanto akan sudah dianggap berhasil bila dia berhasil mendapatkan angka. "Dalam sistem F1, setiap balapan yang masuk finish sampai 10 besar mendapatkan angka. Kalau di akhir musim, dia berhasil mendapatkan paling tidak satu angka saja, saya sudah mengganggapnya berhasil," kata Gusti lagi.

Bagus Nugroho PhD, seorang peneliti dari Universitas Melbourne juga sependapat dengan Gusti mengenai pencapaian Rio Haryanto.

"Harapan utama saya adalah Rio bisa finish di 12 besar, mengingat ada 6 tim elit yang terdiri dari 12 driver berpengalaman kelas dunia. Bila Rio bisa mencuri satu posisi saja dalam debutnya itu sudah luar biasa sekali," kata Bagus.

"Namun apabila ia dapat menyelesaikan lomba dan finish pun saya sudah puas. Mengingat ketika saya pertama kali melihat F1 live di melbourne 2002 lalu terjadi kecelakaan yang melibatkan 8 mobil di grid depan dan tengah ketika start," tambahnya lagi.

Menurut Bagus, yang pernah menjadi Ketua PPIA tersebut, sebagai peneliti Aerodynamics  dia mengerti tantangan berat yang dihadapi tim muda seperti Manor, terutama dalam bidang aerodynamic simulation di komputer dan wind-tunnel (belum termasuk komponen lain dan testing).

"Namun bukan mustahil bagi Rio untuk mendapatkan hasil baik karena F1 tidak melulu soal teknologi kendaraan, namun juga kerjasama tim dan skill dari driver," tambahnya.

Warga Indonesia di Melbourne memberikan dukungan bagi penampilan Rio. (Foto: Erwin Renaldi)
Warga Indonesia di Melbourne memberikan dukungan bagi penampilan Rio. (Foto: Erwin Renaldi)

Sementara itu Muslimin Marwas dan rekan-rekannya dari daerah Clayton Melbourne jauh-jauh hari sudah membeli tiket kategori keluarga yang berlaku untuk empat orang.

"Nanti kami ramai-ramai ke sana untuk nonton," katanya.

Menurut Muslimin, selama tinggal di Australia dia selalu berusaha menyempatkan diri menonton langsung laga F1 di arena Albert Park, Melbourne. "Apalagi tahun ini ada Rio Haryanto," katanya kepada wartawan ABC Farid M. Ibrahim, Jumat (18/3/2016).

"Harapan saya, kalau Rio bisa masuk 10 besar saja, itu sudah luar biasa. Sebab, ini merupakan ajang yang sangat kompetitif," kata Muslimin.

Selain itu, katanya, ini baru merupakan tahap awal bagi Rio di ajang F1 sehingga kemungkinan untuk naik podium (juara 1 sampai 3) sangat tipis.

Muslimin mengatakan dua tim yang kini banyak diandalkan adalah Tim Mercedes dan Tim Ferrari, sehingga menurut dia, target realistis bagi Tim Manor adalah masuk 10 besar.

"Apalagi, dalam sesi latihan dua hari ini dalam kondisi basah akibat hujan, sementara pada laga hari Minggu diperkirakan kondisinya kering. Ini pasti berpengaruh," ujar Muslimin lagi.

Pendapat lain juga diberikan oleh Daniel B Jawhannes mahasiswa asal Indonesia di Queensland University of Technology (QUT) di Brisbane.

"Bagi saya, masuknya Rio Haryanto ke F1 sudah menjadikannya dia juara. Akan lebih hebat lagi, kalau dia bisa masuk tiga besar. Namun apapun hasilnya, saya bangga dengan Rio," kata Daniel.

Mawar mahasiswi S2 Monash University yang ditemui di sela-sela acara meet dan greet dengan Rio Haryanto di KJRI hari Rabu lalu mengatakan bangga sekarang Indonesia ada yang mewakili di balapan mobil paling bergengsi di dunia tersebut.

"Seperti Rio, saya tidak menargetkan apa-apa asalkan ia bisa melalui Formula 1 ini dengan baik saja,” ujar Mawar.

Mawar mengatakan dIa tidak mau memberikan harapan yang terlalu tinggi, karena Rio masih sebagai pembalap baru di ajang balapan dunia F1. Mawar pun mengaku jika dirinya berharap terlalu tinggi, maka yang dikhawatirkan malah akan memberikan tekanan.

Sementara Tifa, seorang siswa pertukaran siswa asal Jakarta yang sedang berada di Melbourne mengatakan dia juga akan menonton penampilan Rio hari Minggu mendatang.

“Menurut aku, untuk dia bisa F1 itu sudah luar biasa, karena tidak mudah apalagi berkompetisi dengan para juara dunia,” kata Tifa.

“Saya akan menontonnya pada balapan hari Minggu besok. Mencapai finish yang pertama atau tidak bukan masalah, kita tetap mendukungnya, sebagai sesama warga Indonesia yang penting kita mendukung satu sama lain.”