ABC

Hanya Dibutuhkan 7 Menit untuk Susuri Australia dari Luar Angkasa

Astronot Kanada, Chris Hadfield, telah mengorbit Bumi sebanyak 2.600 kali dan melihat Perth dari luar angkasa dengan baik, tapi ternyata ia baru sekali berkunjung ke kota di Australia Barat tersebut.

Kolonel Chris meraih ketenaran ketika ia memimpin Stasiun Luar Angkasa Internasional selama enam bulan pada tahun 2013, membagi ratusan foto bumi dari luar angkasa di media sosial, dan merekam sebuah video di mana ia menyanyikan lagu David Bowie berjudul ‘Space Oddity’ di luar angkasa.

Sejak saat itu, ia telah menulis sebuah buku – yang berjudul ‘Panduan Astronot untuk Hidup di Bumi’ - dan saat ini tengah berada di Australia untuk menjadi pembicara, mengunjungi Perth untuk pertama kalinya.

"Saya belum pernah ke Perth sebelum hari ini, tapi saya mengenalnya cukup baik, saya tahu jalanan di sekitar sini dan tanjung di selatan serta pusaran laut-nya," ujar Kolonel Chris.

Astronot Chris Hadfield berpose di Stasiun Luar Angkasa Internasional, pada tahun 2013. (Foto: Twitter, Chris Hadfield)
Astronot Chris Hadfield berpose di Stasiun Luar Angkasa Internasional, pada tahun 2013. (Foto: Twitter, Chris Hadfield)

Ia menjelaskan, "Saya sudah keliling dunia 2.600 kali. Saya telah melihat seluruh planet dalam keadaan telanjang menggunakan mata saya sendiri. Ini adalah cara yang benar-benar jelas dan langka untuk melihat dunia."

Foto dan videonya adalah cara berbagi pemandangan planet yang langka dan pengetahuan melihat bumi dari luar angkasa.

"Saya melakukannya sehingga orang mendapatkan persepsi yang lebih jelas dan pemahaman di mana kita sebenarnya, apa nama tempat ini dan bagaimana kita semua hidup bersama-sama, dan juga keindahan ini semua,” terang sang Kolonel.

Dibutuhkan hanya tujuh menit untuk menyusuri seluruh wilayah Australia dalam sebuah pesawat ruang angkasa.

"Anda melihat Australia dengan sebenar-benarnya, bukan hanya dengan titik pemandu di mana Anda telah melaluinya. tetapi seluruh daratan - warnanya, usianya, kesabarannya, keindahan tanpa batas darinya,” tuturnya, seraya menambahkan bahwa salah satu pemandangan favoritnya adalah pedalaman Australia.

"Tekstur dan warna serta keunikan pedalaman, Anda segera tahu di mana Anda berada," sebutnya.

Sementara para astronot menjalani pelatihan berdekade-dekade untuk mempersiapkan diri hidup di sebuah stasiun ruang angkasa tanpa merasa takut, Kolonel Chris mengingat satu pengalamannya ketika melewati Australia timur.

"Kami berada di sisi malam dari Bumi dan saya melihat ke bawah dari Melbourne ke Sydney dan bintang jatuh lewat di langit, yang berlangsung beberapa detik," katanya.

Ia berujar, "Pada awalnya, reaksi saya hanya 'wow, lihat itu’ dan kemudian tentu saja ketika saya berpikir tentang apa itu ... Itu adalah sebuah batu yang baru saja melepuh dari alam semesta dan terbakar di atmosfer.”

"Jika batu itu menabrak pesawat luar angkasa kami, kami akan mati dalam hitungan detik,” tuturnya.

Atas semua pengalaman planetnya, Kolonel Chris mengatakan, pertanyaan yang paling sering ia dapatkan terkait perhatian yang sangat manusiawi.

"Saya ditanya 'bagaimana Anda pergi ke kamar mandi di luar angkasa' dari orang-orang muda dan tua," sebutnya sembari tertawa, dan ia senang untuk menjawabnya.

"Di Bumi kita bergantung pada gravitasi ketika kita pergi ke toilet," jelasnya.

"Di luar angkasa, Anda perlu sabuk pengaman ketika Anda sedang duduk di toilet sehingga Anda tak mengambang,” terangnya.

Ia menambahkan, "Kami memisahkan cairan dan benda padat, karena kami mendaur ulang cairan melalui sistem pembuangan kotoran kembali menjadi air minum di pesawat dan benda yang padat dikumpulkan di tempat lain."