ABC

‘Habibi’, Mobil Balapan Rakitan Mahasiswa Perth

Sekelompok siswa jurusan teknologi dan mesin di Australia Barat berhasil membuat dan merakit mobil balap terbaru di dunia.

Tim motorsport dari Edith Cowan University (ECU) baru saja kembali dari Silverstone di Inggris, di mana mobil mereka mendapatkan peringkat 10 dari 135, di sebuah acara yang bernama 'Formula Student'.

Mobil balap yang dibeli nama Habibi, diambil dari nama belakang Dekan Fakultas Mesin di ECU, Profesor Daryoush Habibi juga diakui sebagai hasil yang murah dan efisien.

[Image - Nathan Van Vugt dengan mobil]

"Ini adalah penghargaan internasional pertama kali bagi kami," kata Nathan Van Vugt, ketua tim.

"Kami benar-benar bangga dengan prestasi ini."

Nathan Van Vugt bersama timnya dan mobil balapan untuk kegiatan Formula Student, 23 Agustus 2016.
Nathan Van Vugt bersama timnya dan mobil balapan untuk kegiatan Formula Student, 23 Agustus 2016.

Foto: 720 ABC Perth, Emma Wynne.

Merakit mobil balap dari awal

Tidak seperti kebanyakan tim-tim dari universitas lain, mahasiswa ECU bangga dengan mengikuti Formula Student yang dirakitnya dari awal setiap tahunnya.

Sebuah mesin baru, sasis dan aerodinamis dirancang, dibangun dan diuji dalam sebuah lokakarya di kampus Joondalup.

Partisipasi para mahasiswa dalam kompetisi ini sebagai tambahan dari apa yang mereka telah pelajari sehari-hari di kelas.

[Image - siswa di bengkel ECU]

"Saya punya sekitar 24 jam seminggu di kelas, dan kemudian saya habiskan mungkin dua kali lipat jumlah waktunya disini, melakukan kerja praktek atau merancang komponen," kata Nathan.

"Ini seperti memiliki dua pekerjaan penuh waktu."

"Kami sampai di sini sekitar pukul delapan pagi dan kami tidak pulang sampai sekitar pukul 08:00 malam setiap malamnya, jadi ini benar-benar menguras waktu dan tenaga."

Tapi motivasi besarnya adalah saat merasakan kepuasan melihat desain yang ia bantu, ujar Nathan.

"Tidak ada yang mengalahkan ketika mobil bertahan dan Anda tahu bahwa semua desain Anda membuatnya sampai akhir, ini adalah perasaan yang luar biasa."

Mesin meledak selama kompetisi internasional

Mengetahui mobil, baik luar dan dalamnya, membantu tim saat mereka berada di jalur balap Silverstone dan mengalami ledakan saat dilakukan scrutineering [pemeriksaan teknis mesin dan body secara detail], bulan lalu.

"Saat mengetes rem, tes akhir untuk melewati scrutineering, mesin kami meledak sekitar pukul 6:30 Jumat malam. Kami memiliki acara lagi pada pukul 9:00 Sabtu paginya," kata Nathan.

Tim "bekerja sama dengan luar biasa" dan benar-benar membangun kembali mesin sebelum kompetisi hari berikutnya.

"Saya masih tidak mengerti bagaimana melakukannya," kata Nathan.

"Para juri dari Mercedes Formula 1 datang saat kita sedang mengeluarkan mesin dan mereka benar-benar memberi penghargaan karena kita merangcang mesin yang mudah dirawat," tambahnya.

"Jadi bagi kami, itu adalah kemenangan yang lain."

Mobil balapan rakitan ECU yang dibawa ke Inggris pada Juli 2016.
Mobil balapan rakitan ECU yang dibawa ke Inggris pada Juli 2016.

Foto: 720 ABC Perth, Emma Wynne

Apa kaitan pengurangan berat dengan mobil?

Kini, para mahasiswa sudah mengalihkan perhatian mereka untuk menciptakan mobil tahun depan. Tujuan mereka adalah menurunkan berat mobil yang dramatis.

Berat mobil Habibi 184 kilogram, sepersepuluh berat dari mobil balap biasanya. Tapi mahasiswa ECU ingin menurunkan berat mobil lebih banyak dengan menggunakan teknologi, termasuk cetak 3D.

[Image - mantan ECU ras-mobil]

"Kami benar-benar harus mengisolasinya, karena jumlah tim yang datang untuk melihat mobil kami," kata Nathan.

"Mesin sangat unik, seperti teknik chassis serat karbon ... dan paket aerodinamis kami, jadi kami mendapatkan banyak minat."

"Kami sekarang dikenal sebagai tim yang membangun mobil yang berbeda."

Diterbitkan pada 26/08/2016 oleh Erwin Renaldi dari artikel bahasa Inggris, yang bisa dibaca disini.