ABC

GGL Bantu Pembibitan Sapi Bagi Peternak Kecil

Salah satu perusahaan agrikultur terbesar di Asia, Gunung Sewu Group melalui anak perusahaannya Great Giant Livestock (GGL), memberikan bantuan bagi peternak kecil untuk mengembangkan ternak mereka.

GGL tercatat memiliki sebuah peternakan di Northern Territory Australia.

Dengan mempertimbangkan aspek kesinambungan industri daging sapi, GGL menjalankan program pembibitan yang melibatkan kalangan peternak kecil.

GGL merupakan anak usaha dari Gunung Sewu Group, produsen dan eksportir nenas dan buah tropis lainnya.

Perusahaan ini mencampurkan kulit nenas dengan pakan ternak dalam penggemukan ternak mereka di Lampung.

Kebanyakan peternak kecil di Indonesia memiliki dua atau tiga ekor sapi dengan pengetahuan yang terbatas mengenai perawatan ternak.

Direktur GGL Dayu Ariasintawati kepada wartawan ABC Rural Carl Curtain menjelaskan pihaknya mengenal bibit sapi dengan genetika yang lebih kuat guna meningkatkan jumlah ternak lokal.

"Anak sapi lahir lebih besar dan tumbuh lebih cepat," jelasnya.

"Itu bagian dari pembelajaran dan tata cara pembibitan guna menghindarkan seleksi negatif sebab mereka biasanya menjual sapi yang bagus untuk dipotong," jelas Dayu Ariasintawati.

"Mereka seharusnya menyimpan yang bagus dan membiakkannya," tambahnya.

Dayu mengatakan perusahaannya juga berkepentingan secara bisnis untuk membangun industri daging di Indonesia mulai dari dasar.

"Kami ingin bekerja sama dengan peternak untuk menentukan segala peluang pengembangan model bisnis, sebab jika modelnya berupa sumbangan tidak akan berkelanjutan," jelasnya.

"Semoga dengan kegiatan ini, dengan perhitungan hati-hati, kami bisa memiliki model yang saling menguntungkan kedu pihak," ucap Dayu lagi.

"Kami melatih peternak agar tidak menjual sapinya tanpa persetujuan kami. Alasanya bukan karena kami ingin mendapatkannya, namun kami ingin membantu mereka agar tidak begitu spontan," ujarnya.

Tahun 2014, GGL membeli peternakan Willeroo Station, dekat wilayah Katherine di Australia Utara namun saat ini belum berencana mengembangkannya lebih jauh.

Dayu menjelaskan perusahaannya menggunakan peternakan mereka di Austarlia untuk menjaga pasokan daging bagi penggemukan mereka di Lampung.

Upaya Pemerintah Indonesia meningkatkan jumlah ternak secarfa nasional telah menciptakan peluang bagi produsen Australia, mengekspor sapi untuk penggemukan.

Diperkirakan Indonesia kini memiliki sekitar 12 juta ekor sapi.

Diterbitkan Pukul 16:30 AEST 5 September 2016 oleh Farid M. Ibrahim. Simak beritanya dalam Bahasa Inggris di sini.