ABC

Gen Ternyata Berperan Menentukan Usia Berhubungan Seks Pertama Kali

Para peneliti mengungkap, remaja yang mengalami pubertas lebih awal dalam hidupnya ternyata jauh lebih mungkin untuk melakukan hubungan seksual pertama lebih dulu ketimbang rekan-rekan mereka.

Studi dari Universitas Cambridge di Inggris menemukan bahwa hal ini bisa menyebabkan hasil pendidikan yang lebih buruk dan resiko penyakit yang lebih tinggi.

Mereka juga menemukan bahwa kepribadian seseorang, seperti tipe pengambil resiko tinggi, turut memainkan peran.

Penulis laporan itu -Dr Ken Ong, seorang dokter anak di Univeristas Cambridge yang mengkhususkan diri dalam bidang epidemiologi –mengatakan, berdasarkan temuan, para dokter harus mempertimbangkan pengelolaan pubertas jika kondisi ini tiba sangat awal.

"Temuan kami saat ini menunjukkan bahwa jika, di masa depan, kami bisa membantu menghindari pematangan fisik awal yang tak pantas, ini akan bermanfaat baik pada kesehatan pendidikan dan seksual dalam jangka pendek serta dalam jangka panjang," jelasnya.

Para peneliti di Universitas Cambridge menganalisa data genetik lebih dari 125.000 orang yang berusia 40-69 tahun, dari lembaga riset ‘Biobank’ di Inggris, dan menemukan bahwa gen memainkan peran dalam menentukan usia ketika seseorang pertama terlibat dalam hubungan seksual - dengan kata lain, periode pubertas.

Dr Ken mengatakan, penelitian ini menunjukkan, untuk pertama kalinya, karakter fisik seseorang memainkan peranan besar dalam masa ketika mereka pertama kali melakukan hubungan seks.

"Studi kami kini, untuk pertama kalinya, menunjukkan, bahwa mereka, dengan karakteristik fisik tertentu, ukuran tubuh yang lebih besar, mereka matang secara fisik lebih awal, lebih rentan terhadap pengaruh tersebut," sebutnya.

Ia mengatakan, faktor genetik yang mempengaruhi kepribadian seseorang juga memainkan peran.

"Orang-orang yang lebih berani mengambil risiko, mereka yang mungkin secara sosial menyenangkan, memiliki temperamen yang kurang mudah tersinggung," jelasnya.

Tekanan sebaya berpengaruh

Sekelompok mahasiswa mengatakan, mereka setuju dengan penelitian itu, tetapi mengatakan keadaan sosial juga memainkan peran.

"Saya pikir ini tentang ketika Anda pribadi merasa siap atau apakah Anda ditekan oleh rekan-rekan sebaya Anda juga. Kadang-kadang ada sedikit tekanan untuk bercinta, kalu tidak Anda tak dianggap keren," kata mereka.

Mereka lantas menambahkan, "Tapi sekali lagi, itu benar-benar tergantung pada kelompok sosial mana yang anda temani. Ini juga ada hubungannya dengan seberapa banyak dorongan seks yang Anda miliki."

Para mahasiswa mengatakan, mereka pikir, hormon memainkan peranan besar dalam keputusan seseorang untuk melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya, tapi akhirnya setuju bahwa periode pubertas memainkan peran.

Tapi Dr Ken memeringatkan, ada resiko yang lebih besar untuk kesehatan remaja jika mereka bertindak atas nama hormon yang terlalu dini dalam perkembangan mereka.

"Mereka yang memulai lebih awal, secara cepat, lebih beresiko untuk memiliki hasil pendidikan yang buruk dan kesehatan seksual serta kesehatan lainnya yang buruk pula," utaranya.