ABC

Gamergate Mulai Ancam Kritikus Game Perempuan di Australia

Pengembang dan kritikus game perempuan di Australia mengaku menerima ancaman akan diperkosa dan dibunuh sebagai bagian dari sengketa jahat yang tengah melanda komunitas game global.

 

Perdebatan panjang yang memicu gerakan didunia maya ini dikenal dengan sebutan "gamergate".
 
Tergantung pada siapa Anda bertanya, anggota gerakan online ini adalah mereka yang membela mati-matian standard etika yang lebih tinggi dalam pemberitaan mengenai video game atau juga kelompok yang tidak menyukai kehadiran perempuan dalam dunia game terutama kritikus game perempuan.
 
Pengembang video game independen sekaligus kritikus game dengan nama samaran ‘Sarah’ mengaku telah menerima ancaman yang diyakini bagian dari gerakan gamergate itu setelah ia menyuarakan pendapatnya pada forum game online.
 
"Saya terlibat dalam percakapan tentang Anita Sarkeesian, yang merupakan kritikus terkenal," katanya.
 
"Saya menantang seseorang mengenai opininya mengenai Anita Sarkeesian karena menurut saya argumennya cukup masuk akal dan mereka mengadukan tantangan itu kepada rekan mereka, dan secara bersama-sama mereka mulai melakukan serangan ancaman lewat twitter," ungkap Sarah.
 
"Mereka mengatakan akan memperkosa saya, akan membunuh saya dan berbagai ancaman keji lainnya,”

Sarah mengatakan dia meyakini para pelaku ancaman itu telah memasang sistem yang mengirimkan beragam ancaman keakun twitternya secara otomatis.
 
"Salah satu dari mereka bahkan ada yang mengunggah gambar yang memungkinkan saya mengenali identitas mereka, lantaran mereka memposting foto dengan latar belakang gambar akun Facebook mereka sehingga saya bisa menebak namanya dan memiliki sedikit gambaran tentang siapa mereka sesungguhnya,”
 
"Mereka semua laki-laki dan terbilang muda usianya, ada juga beberapa diantaranya yang sudah dewasa tapi mereka semua berasal dari Amerika dan Kanada,”

"Fakta itu cukup menakutkan – mengingat mereka merupakan kelompok yang terbuka sehingga bisa saja diantara mereka ada yang menelpon rekannya dan melakukan serangan seperti yang mereka sebutkan dalam ancamannya kepada saya,” 

Karena akun mereka berlokasi di Amerika, Sarah mengaku dia tidak melaporkan ancaman ini kepada polisi Australia.

#Gamergate sulit didefinisikan
 
Sulit untuk menentukan apa sesungguhnya perdebatan gamergate, yang saat ini telah melahirkan gerakan eponim.

Banyak perdebatan berlangsung di Twitter, di mana pengguna menggunakan #gamergate (hashtag) untuk menyuarakan pandangan mereka mengenai gamergate.
 
Beberapa orang yang mengaku sebagai anggota gerakan ini mengatakan mereka berperang melawan pemberitaan mengenai video game yang bias dan melanggar etika.
 
Sementara yang lain mengatakan perdebatan ini merupakan sebutan untuk budaya anti-feminis yang telah mengendap selama bertahun-tahun di komunitas game global.
 
Gerakan ini awalnya berasal dari perdebatan mengenai apakah wartawan video game terlalu dekat dengan industri pembuat game, namun kemudian malah memicu serangan balik.

Awal bulan ini kritikus game wanita Amerika, Anita Sarkeesian diserang oleh sekelompok orang yang mengaku bagian dari gerakan gamergate sesaat setelah mengunggah video mengenai potret perempuan di dunia game online.
 
Anita Sarkeesian bahkan terpaksa membatalkan ceramahnya di Universitas Utah setelah menerima ancaman dari seseorang yang mengatakan mereka berencana melakukan penembakan dalam event tersebut.

Jessamy Gleeson, mahasiswa PhD yang memfokuskan tesisnya mengenai kebudayaan di Internet dari Universitas Swinburne, mengatakan perdebatan mengenai gerakan gamergate ini bermula dengan keprihatinan yang wajar, namun kemudian berubah.

"Awalnya perdebatan gamergate ini terkait etika jurnalistik, terutama pelaporan mengenai tinjauan sebuah game dan itu merupakan hal yang sah-sah saja, namun sangat sulit menyatukan suara dikalangan mereka yang terlibat dalam perdebatan di forum gamergate itu,” katanya.

"Sejumlah sektor dari komunitas game menerima ancaman, pendapat mereka mengenai sebuah game juga turut dikritik oleh sejumlah orang yang menganggap mereka bukan bagian dari komunitasnya,”
 
"Kondisi ini membuat perempuan maupun orang dari ras atau jenis kelamin lain muncul dan menuntut adanya keragaman dalam dunia game, atau mereka juga menyuarakan keinginan agar perempuan turut berperan aktif dalam dunia game, atau muncul juga gerakan menentang seksisme dalam dunia games dan kemunculan gerakan-gerakan seperti ini dianggap sebagai ancaman atas pandangan mereka mengenai bentuk dari game atau permainan komputer yang mereka yakini atau kehendaki ,”