ABC

Federasi Sepak Bola Australia Desak Aturan Penggunaan Suar di Pertandingan Diperberat

Otoritas  sepak bola Australia mendesak Pemerintah Victoria dan New South Wales memperkuat aturan hukum terkait penggunaan kembang api penanda alias suar oleh penonton dalam pertandingan sepak bola.

Desakan ini disuarakan setelah 29 buah suar dinyalakan didalam dan diluar stadium Dockland si Melbourne pkan lalu selama berlangsungnya pertandingan Liga A antara  Melbourne Victory dan Melbourne Heart.
 
Federasi Sepak Bola Australia (FFA) mendesak pelarangan penjualan suar atau flare pada orang-orang dibawah usia 18 tahun dan memberikan suar kepada siapa saja dibawah ketentuan usia tersebut dapat dipidanakan.
 
FFA juga mendesak agar pembeli suar perlu dimintai identitas dan produk itu disimpan dengan aman.
 
Berdasarkan pengamatan ABC ada bukti yang bersifat anekdot yang memperlihatkan orang dewasa justru mendorong remaja untuk membawa suar ketika menonton pertandingan atas nama mereka karena meyakini bahwa pengadilan lebih lunak terhadap anak-anak.
 
"Tidak diragukan lagi kalau memang ada orang tua yang meminta anak-anak muda untuk melakukan tugas membawa suar mereka, " kata kepala LIga A, Damien de Bohun.
 
"Jadi kita benar-benar terfokus pada upaya untuk memastikan bahwa suar tidak berakhir di tangan remaja berusia 15 tahun di  ruang publik karena mereka terlalu berbahaya."
 
Flare jika terbakar akan memiliki suhu sekitar 1.600 derajat Celcius.
 
Suar dilarang diperjualbelikan di Australia selain untuk keperluan maritim dan saat ini fans Liga A dilarang selama 5 tahun jika kedapatan membawa atau menggunakan suar.
 
FFA mengatakan usulan perubahan aturan ini serupa dengan aturan penggunaan kaleng aerosol.
 
Kebanyakan penggemar Liga A mengaku frustasi dengan bahaya yang ditimbulkan oleh suar.
 
Boss FFA,  David Gallop telah menyampaikan secara resmi usulan ini kepada Pemerintan Victoria dan New South Wales yang meminta agar aturan terkait suar diubah.
 
de Bohun mengatakan suar atau flares telah menjadi masalah khusus di Melbourne dan Sydney.
 
"Di dua kota inilah kebanyakan insiden yang melibatkan penggunaan suar terjadi," katanya.
 
"Dari sudut pandang kami kami hanya ingin memastikan satu-satunya pengalaman yang didapat oleh penonton Liga A adalah pengalaman acara keluarga yang menyenangkan ketika menonton pertandingan sepak bola,'
 
Ia meyakini sejumlah fans tertarik membawa suar karena meniru perilaku penonton pertandingan sepak bola di negara-negara seperti  Amerika Selatan dan lain-lainnya.
 
"Saya kira sebagian dari mereka melihat hal yang sama di bagian dunia yang lain, tapi pada akhirnya itu adalah benda yang berbahaya dan itu adalah benda ilegal kecuali digunakan untuk keperluan maritim jadi kita tidak menghendaki ada penonton yang kedapatan lagi membawa suar dalam pertandingan sepak bola di Australia di masa depan,"
 
Sementara itu komentator bola, Andy Harper mengatakan mayoritas penonton mengaku suar sangat membuat pedih mata mereka.
 
"Ketika ada penonton yang menyalakan suar...pasti terdengar keluhan frustasi dari pengonton sepak bola yang lain,' katanya.
 
"Pertandingan sepak bola tidak perlu suar, hukum juga menyatakan Anda tidak boleh melakukannya dan suar membuat orang lain yang sedang menikmati pertandingan sepak bola menjadi frustasi karena keseruan menonton mereka terganggu,'
 
Sekitar 40 ribu orang diperkirakan akan menyaksikan langsung pertandingan sepak bola antara Sydney FC  dan Western Sydney Wanderers yang akan berlangsung Sabtu ini di Stadion Derby.