ABC

Facebook Jelaskan Kebijakan Mengenai Terorisme, Bullying, dan Nama Sebenarnya

Jaringan sosial media Facebook baru saja memperbarui kebiijakan mengenai mengenai topik-topik kontroversial seperti kelompok teroris, bullying in internet, penggunaan nama sebenarnya dan juga soal ketelanjangan

 

Dalam sebuah langkah yang diperkirakan akan diterima dengan baik oleh pemerintah Australia, yang baru-baru ini memperingatkan akan bahaya dari kelompok teroris yang menggunakan sosial media, Facebook dalam kebijakan terbarunya akan melarang akun yang berhubungan dengan kelompok yang berbahaya.

Halaman yang mendukung bullying, usaha melukai diri sendiri (self-injury), tindakan kriminal, kekerasan dan yang lainnya juga bakal dilarang. 

Inlah gambar di Facebook dari kelompok pendukung Kurdistan Workers Party, kelompok yang digolongkan sebagai teroris oleh pemerintah Australia. (Facebook)

Masalah organisasi teroris menggunakan Facebook untuk menyampaikan pesan-pesan mereka sudah mendapat banyak kritikan dari para pemimpin dunia, dan bulan lalu, Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengeluarkan pernyataan senada.

"Setiap hari, kelompok yang mengatasnamakan Islam dan pendukungnya mengirim lebih dari 100 ribu pesan lewat media sosial dalam berbagai bahasa." kata PM Abbott.

"Pesan itu dimaksudkan untuk mempengaruhi orang untuk melakukan tindak terorisme."

Facebook  mengatakan sebenarnya kebijakan mereka tidaklah berubah, namun merasa perlu untuk memberikan kejelasan dan contoh untuk mudah dipahami.

Sementara itu untuk gambar wanita sedang menyusui, Facebook memberikan penjelasan bahwa mereka akan tetap mengijinkan foto semacam itu.

"Kami selalu mengijinkan pemuatan foto wanita yang sedang menyusui, atau menunjukkan payudara sehabis mereka menjalani operasi." kata Facebook.

"Kami membatasi foto telanjang karena beberapa pemakai dalam komunitas global ini sensitif dengan gambar seperti khususnya karena latar belakang budaya ataupun usia."

Di masa lalu, beberapa wanita sengaja memasang foto mereka menyusui, hal yang disebut 'brelfies" untuk menentang apa yang sebut tindakan Facebook yang sengaja menghapus gambar wanita yang sedang menyusui.

Facebook dalam penjelasan terbarunya juga mengatakan semua akun harus menggunakan "identitas asli."

"Ketika kita semua menyampaikan pendapat dan tindakan kita, dengan nama dan reputasi yang asli, komunitas kita jadi lebih dipercaya."

Menurut laporan media ada sekitar 83 juta akun Facebook yang menggunakan nama palsu.

Mereka yang hendak melaporkan  akun atau isi postingan di Facebook, bisa mengklik "..." di gambar dan kemudian memilih opsi "report."