ABC

Facebook dan Instagram Buat Fitur Pembatas Waktu Penggunaan

Facebook dan Instagram akan memperkenalkan fitur baru guna membantu pengguna untuk mengetahui berapa lama mereka sudah menghabiskan waktu menggunakan media sosial.

Fitur baru itu termasuk pembatasan waktu, dan juga adanya dashboard yang menunjukkan kepada pengguna berapa lama waktu yang sudah dihabiskan melihat gadget mereka.

Dengan itu, penggunan akun bisa menentukan sendiri batas waktu yang ingin mereka habiskan mengunakan app, dan kemudian app akan memberitahu bila batas waktu itu sudah dicapai.

Pengguna juga akan bisa melihat statistik yang menunjukkan waktu yang mereka habiskan selama seminggu, dan juga rata-rata perhari.

“Kami membuat fitur ini berdasarkan kerjasama dan inspirasi dari pakar dan organisasi kesehatan mental, selain juga penelitian kami sendiri dan masukan dari para pengguna.” kata Ameet Ranadive dan David Ginsberg, manajer pengembangan produk Instagram dan direktur penelitian Facebook dalam sebuah postingan blog.

“Kami mau waktu yang dihabiskan pengguna di Facebook dan Instagram memang sudah direncanakan, berlangsung positif dan memberikan inspirasi.”

“Harapan kami adalah fitur ini akan memberikan lebih banyak kontrol oleh penggguna dengan waktu yang mereka habiskan dan juga menjembatani pembicaraan antara orang tua dengan remaja mengenai kebiasaan online yang tepat untuk mereka.”

Para pengguna akan bisa menggunakan fitur ini lewat melihat ke setting di kedua app, yang diberi label ‘Your Time di Facebook” dan “Your Activity’ di Instagram.

Salah satu kritikan yang ditujukan kepada media sosial besar seperti Facebook dan Instagram adalah dampaknya bagi kesehatan mental penggunanya, dan tahun lalu Facebook membuat postingan mengakui adanya dampak negatif menghabiskan terlalu banyak waktu pasif di media sosial.

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg tahun lalu mengatakan dia menginginkan ‘waktu yang dihabiskan pengguna di Facebook untuk mendorong interaksi sosial yang berarti ‘ dan perusahaan itu sudah mengeluarkan beberapa hal yang dimaksudkan bagi pengguna untuk menentukan apa yang ingin mereka lihat.

Fitur baru ini muncul setelah nilai saham Facebook jatuh sebesar $US 119 miliar minggu lalu, yang menandai kejatuhan terbesar saham perusahaan tersebut sejak pertama kali masuk ke bursa di tahun 2012.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini