Eveline Sukses Jualan Kue di Sydney
Ketika Eveline pindah dari Indonesia ke Australia, dia mengalami kesulitan menemukan pekerjaan yang cocok dengan pengalaman dan kualifikasinya sebagai akuntan di Indonesia. Daripada kembali kuliah lagi, dia memilih menekuni hobi lamanya membuat kue. Kini Eveline merupakan pembuat kue macaron, dan menjalankan usahanya dengan bendera Dous Dolce.
Waktu kecil apa cita-citamu?
Saya termasuk seorang pemimpi. Saya menyukai dongeng, kisah tentang sang putri. Saya menghayal untuk bisa hidup bahagia selamanya di sebuah kastil.
Saya juga bercita-cita krja di bidang psikologi – saya ingin memahami orang lain dan kepribadian mereka.
Mengapa pindah ke Australia tahun 2012? Apa saja yang tantangan yang anda alami?
Ketika pacarmu melamar dan mengajakmu tinggal bersamanya, apa yang bisa anda lakukan? Tak banyak, bukan? Saya menerimnya sebagai tantangan untuk memulai kehidupan baru di Australia.
Tantangan terbesarnya adalah karena keluarga dan sahabat saya semuanya di Indonesia dan saya datang ke sini tanpa tahu siapa-siapa. Sangat berat. Saya mulai dari nol membangun koneksi dan sahabat, dan sesekali sangat membuat frustrasi dan tertekan.
Tantangan kedua adalah mendaptkan pekerjaan. Saya sebelumnya kerja di KPMG di Indonesia sebagai auditor. Saya pikir bisa dapat kerjaan serupa di sini. Namus setelah sekian lama, saya sadari bahwa kecil kemungkinan menyaingi pelamar lainnya yang bermodalkan pengetahun keuangan lokal. Hal ini juga membuat saya frustrasi.
Ketiga adalah soal makanan. Karena saya besar di Indonesia, jelas saya menyukai masakan Indonesia. Sulit menemukan makanan yang benar-benar asli di sini.
Kalau sempat ke Indonesia, masakan apa yang Anda paling inginkan?
Saya sering ke Indonesia dan syukurnya bahwa suamiku sangat mendukung kalau saya ingin ketemu keluarga dan sahabatku. Saya suka jajanan Indonesia, mulai dari mie, sate, rendang dan banyak lagi!
Bagaimana ceritanya hingga anda mengkhususnya diri membua macaroon art and pull apart bread?
Saat-saat saya sibuk cari kerja, saya juga sesekali membuat kue. Saya berpikir daripada memulai dari awal lagi (misalnya kuliah akuntansi lagi di sini), lebih bermanfaat jika saya gunakan keterampilanku yang lain. Saat itulah saya putuskan fokus membuat kue.
Saya tumbuh besar di keluarga bisnis (ayahku seorang pengusaha) dan saya mewarisi kebiasaan selalu mencari peluang di pasar.
Saya menyukai hal-hal yang lucu dan cantik.
I love cute and pretty things — begitu juga kue-kue yang aneh. Saya lihat kue seperti itu tidak banyak di Sydney dan Australia (kue-kue cantik dan kreatif lebih banyak di negara Asia). Saya putuskan untuk mengasah kembali keterampilanku membuat kue macaron dan membuat roti dengan berbagai hiasan.
Bagaimana ceritanya Anda bisa menggunakan karakter asal Jepang seperti Pokemon?
Karakter asal Jepang selalu populer dan penggemarnya memiliki hubungan emosional yang kuar dengan animasi Jepang. Saya pikir bagus kalau karakter-karakter yang disukai orang itu bisa dibuat dalam bentuk yang bisa dimakan.
Hal apa yang terbaik dan yang jelek sebagai pembuat kue rumahan?
Yang terbaik adalah bisa tetap berada di dekat anak saya yang masih 18 bulan! Jeleknya adalah sulit untuk fokus.
Suamiku bilang dia tidak berhak mengeluh capek sepulang kerja karena dia tahu persis bahwa kerja di rumah bersama anak justru 10 kali lebih melelahkan. Saat dia pulang ke rumah, dia akan menjaga anak kami dan melakukan kerjaan rumahan dan membiarkaku sibuk membuat kue. Kami tak saling mengeluh karena percaya bahwa untuk setiap kesuksesan ada usaya dan pengorbanan di baliknya.
Ada nggak kisah dari dapur yang tak terlupakan?
Pernah suaminya turut membantu (maaf, ini benaran)… Suatu saat saya membuat banyak kue macaron untuk toko fesyen besar. Saya memanggang kue terakhir pada jam 4 pagi, yang biasanya butuh 15 menit untuk matang. Suamiku ikut membantu namun membuat kuenya gosong. Jadinya saya harus mulai lagi dari awal. Akhirnya baru selesai jam setengah 7 pagi.
Misalkan anda mengadakan barbeque dimana pun di Australia, siapa saja tiga orang Australia (baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal) yang akan diundang? Dimana dan menunya apa?
Pertama tentu saja Hugh Jackman, Kay Cottee [pelaut Australia], serta Steve Irvin [presenter TV dan konservasionis]. Tempatnya di belakang rumah. Menunya tentu saja daging sapi jenis angus dan lidah sapi!
Saran anda untuk diri anda sendiri saat masih berusia 15 tahun?
Saya akan bilangin dia:
– Tak ada mimpi yang terlalu besar. Kamu unik dan kamu tahu siapa dirimu. Jangan biarkan orang lain mengatakan sebaliknya.
– Terima kekuarangan kamu sebab tak ada orang yang sempurna, bahkan orang paling terkenal di dunia sekalipun.
– Anda adalah Anda sendiri. Berhenti mencemaskan apa yang orang lain pikirkan tentang Anda dan jangan coba terlalu keras untuk menyesuaikan diri.
– Kejar impian Anda, jangan takut mengejar aspirasimu. Jangan takut untuk mengambil risiko, bahkan jika orang lain memberitahumu bahwa kamu tidak bisa.
– Biarpun kamu sibuk, jangan lupa menghabiskan waktu bersama orangtua dan saudaramu karena kamu tumbuh bersama mereka.
– Terakhir, bergaul dan cari teman sebanyaknya dan sisihkan waktu bersama mereka.