ABC

Empat Warga Australia Jadi Korban Serangan Teror di Barcelona

Menteri Luar Negeri Julie Bishop mengatakan dua warga Australia terkena tabrakan mobil yang melaju di kawasan pejalan kali Las Ramblas di Barcelona, sementara seorang wanita lagi belum diketahui nasibnya.

Seorang anggota kelompok militan Islam mengendarai mobil van tersebut di kawasan penuh turis tersebut hari Kamis (17/8/2017), menewaskan 13 orang dan mencederai 100 orang lainnya sebelum melarikan diri.

Secara keseluruhan empat warga Australia mengalami cedera dalam serangan ini, dengan seorang perempuan berada dalam kondisi serius, dan seorang lagi dalam kondisi stabil.

Dua pria muda dari negara Victoria terkena tabrakan mobil tersebut, dan sempat mendapat perawatan di rumah sakit, namun sekarang sudah keluar.

Bishop mengatakan pemerintah bekerja sama dengan pihak berwenang lainnya untuk mengetahui keberadaan satu lagi warga yang belum diketahui nasibnya.

Bishop sudah berbicara dengan Duta Besar Spanyol untuk Australia untuk menyampaikan ucapan belasungkawa dari pemerintah dan rakyat Australia.

Serangan mobil van di Barcelona tersebut merupakan kejadian yang memakan korban paling banyak sejak tahun 2004 ketika pelaku yang terinsiprasi oleh Al-Qaeda menewaskan 192 orang dalam serangan terkoordinir di jaringan kereta komuter di ibukota Spanyol Madrid.

Di saat petugas keamanan sedang memburu pelaku teror ini yang melarikan diri tanpa kendaraan, polisi mengatakan mereka telah menewaskan lima penyerang hari Kamis malam di Cambrils sebuah kota di selatan Barcelona, guna mencegah "serangan teroris ' yang mengenakan sabuk bahan peledak.

Enam warga sipil dan seorang petugas polisi mengalami cedera dalam operasi di Cambrils tersebut.

"Saat ini tidak ada laporan adanya keterlibatan warga Australia dalam insiden di Cambrils." kata Bishop.

Pemerintah Australia juga sudah memberikan perubahan mengenai peringatan perjalanan bagi warga Australia yang hendak bepergian ke Barcelona.

"Disarankan bagi semua pelancong untuk berhati-hati dan mengikuti petunjuk yang disampaikan pihakberwenang lokal." kata Bishop.

"Kami memahami bahwa organissi teroris ISIS sudah mengaku bertanggung jawab."

Diterjemahkan pukul 15:30 AEST 18/8/2017 oleh Sastra Wijaya dan simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini