ABC

Empat Hal Ini Akan Merevolusi Dunia Penerbangan Masa depan

Masyarakat Australia gemar sekali bepergian. Semakin banyak orang yang mengggunakan pesawat untuk mengunjungi berbagai pelosok dunia.

Tapi penumpang juga semakin menuntut kenyamanan di dalam penerbangan jarak jauh ini. Akankah kemajuan teknologi membantu mengatasi dilema ini?

Pada tahun 2035, akan ada hampir dua kali jumlah penumpang pesawat terbang pada tahun 2016, menurut Asosiasi Angkutan Udara Internasional (IATA),  melonjak dari 3,8 miliar menjadi 7,2 miliar .

Seiring industri penerbangan menyiapkan dana miliaran untuk menarik penumpang baru, inilah beberapa tren yang akan merevolusi penerbangan dalam 10 sampai 15 tahun ke depan.

1. Penerbangan jauh dan ekstra jauh akan menjadi hal yang biasa

Meskipun tantangan fisik untuk awak pesawat dan para penumpangnya, maskapai penerbangan akan terus meluncurkan layanan jarak jauh dan ekstra jarak jauh.

Mengapa? Pertama, untuk memuaskan semangat wisatawan dalam menemukan tujuan baru yang tidak diketahui, terpencil atau sulit diakses.

Teknologi virtual dan augmented reality memungkinkan para pelancong menemukan tempat-tempat terpencil, yang "Instagram-friendly", memastikan para maskapai penerbangan mengenai permintaan yang berkelanjutan untuk penerbangan jarak jauh.

Sementara itu, pasar untuk layanan jarak pendek akan menyusut akibat persaingan dari moda transportasi alternatif seperti kereta api berkecepatan tinggi, mobil nirawak dan kapal pesiar.

Selain itu, teknologi seperti telekonferensi dan virtual reality menghilangkan kebutuhan akan perjalanan domestik perseorangan.

Peraturan lingkungan yang lebih longgar, pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi semuanya akan mendorong maskapai penerbangan untuk memasuki pasar baru.

Island Iceland
Seiring para pelancong mencari tujuan wisata yang lebih terpencil, penerbangan jarak jauh dan ultra jarak jauh akan menjadi hal yang biasa.

Unsplash: Jonatan Pie

2. Pesawat supersonik akan hidup berdampingan dengan jet saat ini

Sementara penerbangan jarak jauh membuka pintu ke dunia, para pelancong masih menghadapi tantangan fisik harus berjam-jam di atas pesawat. Tapi apakah ada alternatif?

Ya - naik pesawat supersonik.

Jet supersonik ramping baru yang dikembangkan di AS dapat mengurangi perjalanan antara Sydney dan Los Angeles dari 15 jam menjadi hanya 7,5 jam. Tokyo ke San Francisco hanya lima jam, bukan 11 jam, dan dari New York ke London hanya 3,5 jam.

Penerbangan uji coba tidak akan mengudara sampai akhir 2018 dan layanan komersial tidak akan tersedia sampai pertengahan 2020-an.

Namun terobosan tersebut merupakan generasi baru pesawat terbang yang akan mengubah persepsi manusia tentang perjalanan jarak jauh.

Maskapai penerbangan seperti Japan Airlines, Virgin Atlantic dan Delta sudah memiliki rencana ambisius untuk menerapkan supersonik dalam perjalanan panjang mereka.

Tidak semua pelancong akan mampu membayar ongkosnya pada awal-awal peluncuran, namun penurunan harga dapat diantisipasi pada waktunya seiring dengan perkiraan permintaan pesawat supersonik seharga 1.300 - $ 260 miliar.

Boom supersonic jet
Perusahaan star-up teknologi AS telah merancang pesawat supersonik yang akan mengurangi waktu penerbangan antara Sydney dan Los Angeles hingga 7.5 jam.

BOOM

3. Kabin akan diubah total

Waktu Anda di udara akan lebih nyaman karena kabin akan diubah,  dengan desain yang lebih ergonomis, menu yang lebih baik dan sistem hiburan yang disempurnakan.

Sementara kabin masih akan terbagi antara kelas bisnis dan ekonomi pertama, bahkan ekonomi pun akan mendapatkan perubahan tampilan:

• Pesawat terbang akan menjadi tidak berjendela karena semua dinding dan panel langit-langit akan menjadi display digital

• Anda akan naik melalui pintu ganda bergaya hotel

• Kabin akan dikonfigurasi berdasarkan fungsi, seperti keluarga, zona senior dan kelompok dan bilik, dan ruang serbaguna untuk relaksasi dan swalayan.

3. Teknologi secara radikal akan mengubah perjalanan anda

Perkembangan perjalanan udara komersial massal telah merevolusi bagaimana kita berhubungan satu sama lain. Kini, revolusi digital bersiap untuk membuat perjalanan udara menjadi pengalaman yang lebih mulus.

Tindakan pengamanan akan berjalan melalui kecerdasan buatan, termasuk pengenalan wajah, pemindaian retina dan sidik jari. Teknologi blockchain akan memastikan privasi data Anda.

Aplikasi seluler akan memungkinkan pelacakan kedatangan dan keberangkatan secara real-time. Teknologi yang mudah dipakai akan melacak pergerakan Anda dan memberikan onboard pengalaman pribadi.

Menanti dengan semangat

Periode 15 tahun ke depan akan menjadi saat yang menyenangkan untuk perjalanan udara.

Dengan teknologi yang terus berkembang, kita tidak bisa mengatakan dengan pasti apa yang akan terjadi di masa depan.

Sementara itu, kemas tas Anda dan bersiap untuk menuju berbagai daerah tujuan yang baru dan menarik - Instagram Anda akan melanglang buana!

Chrystal Zhang adalah dosen senior dan direktur riset di Departemen Penerbangan di Swinburne University of Technology di Melbourne.

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.