ABC

Ekstrimis Anti Pemerintah Berpotensi Jadi Ancaman Terorisme di Australia

Sebuah laporan Kepolisian New South Wales (NSW) Australia mengungkapkan, meningkatnya kelompok ekstrimis anti pemerintah berpotensi menjadi ancaman terorisme. Kaum ekstrimis ini dikenal sebagai warga merdeka (sovereign citizens).

Para warga merdeka ini diidentifikasikan sebagai ancaman dalam laporan Kepolisian NSW itu karena "memiliki motivasi dan kemampuan bertindak melawan kepentingan pemerintah".

Laporan yang disusun Counter Terrorism and Special Tactics Kepolisian NSW dan diperoleh ABC menunjukkan adanya sekitar 300 warga merdeka di NSW saat ini. Dan jumlah mereka terus bertambah.

Menurut John O'Reilly, komandan Counter Terrorism and Special Tactics Operation Group, pihaknya mengamati tren dan ancaman yang terjadi di negara lain.

"Warga merdeka itu merupakan kelompok orang yang tidak mau tunduk pada aturan hukum yang berlaku, pada sistem pemerintahan yang ada," katanya.

"Mereka menganggap dirinya sebagai induvidu yang berada di luar sistem hukum dan di luar sistem pajak," ujar O'Reilly.

Data intelijen kepolisian terkait kejadian yang melibatkan sovereign citizens di Australia bervariasi mulai dari penggunaan nomor plat mobil yang dibuat sendiri, hingga rencana menculik hakim, pegawai pengadilan dan polisi.

Laporan tahun 2012 menyebutkan, sovereign citizens melontarkan ancaman untuk membakar rumah seorang hakim dan menciderainya dengan senjata api, dan rencana penculikan sheriff.

Menurut O'Reilly, meskipun Australia belum pernah mengalami dampak kekerasan dari aksi para warga merdeka ini, namun dia mengingatkan adanya indikasi radikalisasi di kalangan mereka.

"Dalam beberapa kasus kami terpaksa menangkap mereka dan kadang ada perlawanan dari mereka dengan alasan petugas polisi tidak memiliki kewenangan atas mereka," katanya.

Salah seorang warga merdeka yang diidentifikasi oleh polisi bernama John Wilson. Pria usia 73 tahun ini telah melawan sistem selama 20 tahun.

Dia mulai mengikuti ideologi ini di akhir tahun 1990an, saat dia diusir dari rumahnya karena menolak mengakui cicilan rumah yang harus dia lunasi.

Wilson hanya mau membayar denda atau pajak kalau dia menganggapnya adil. Makanya, dia telah disidang lebih dari 200 kali dan bahkan dipenjara.

Dia mengaku sebagai korban konspirasi pemerintah, dan menyatakan banyak orang Australia sependapat dengannya.

Di Amerika Serikat, FBI memasukkan warga merdeka yang ekstrim sebagai teroris. Bahkan, pihak Departmen Kemanan Dalam Negeri AS menyebutnya sebagai ancaman teroris domestik nomor satu.

Gerakan sovereign citizen ini bermula di tahun 1969 di AS sebagai kelompok anti pajak dan anti pemerintah yang menyebut dirinya Posse Comitatus.