ABC

Efektifnya Drone Pengusir Burung di Pertanian Australia

Sebuah daerah pertanian di Ord Irrigation Scheme di Kimberley Australia Barat, berhasil melindungi panen mereka dari gangguan kawanan burung. Caranya, dengan menggunakan drone pengusir burung.

Masa-masa seperti ini setiap tahun para petani selalu berjuang mengatasi ribuan burung gagak, burung corellas serta kakatua hitam, yang menyebar di wilayah itu mencari sasaran empuk.

Manajer perkebunan Pacific Seeds, Peter Bagley, mengatakan drone pengusir burung telah menyelamatkan perusahaan ini dengan nilai hingga ribuan dollar.

"Bagi kami hal ini berjalan sangat baik. Dan saya kira bisa menutupi biaya (drone) dalam minggu-minggu pertama setelah digunakan," katanya.

"Biasanya tanpa bantuan drone, kami mengerahkan dua orang di lapangan (mengusir burung) dengan motor dan juga helikopter di udara, ditambah lagi senapan dan peralatan untuk mengusir burung," kata Bagley.

"Jadi ini membuat kami menghemat sekitar 2 ribu dollar perhari," katanya. "Dan menyelamatkan banyak hasil panen dari gangguan burung."

"Lahan yang kami paling rusak tahun ini adalah sekitar setengah ton perhektar akibat gangguan burung, sehingga (menggunakan drone untuk mengusir burung) sangat menghemat," tambahnya.

drone dua.jpg
Kawanan burung gagak melintas di atas lahan sorgum di daerah pertanian Ord Valley. (Foto: ABC Rural/Matt Brann)

Drone yang dipergunakan di area pertanian Pacific Seeds dilengkapi dengan penagkat audio yang pengusir burung, yang mengeluarkan bunyi dengan nada tinggi serta bunyi pemangsa burung.

Bagley mengatakan dengan menerbangkan drone ini selama sejam setiap pagi dan sore telah efektif menjadikan lahan tersebut relatif bebas dari gangguan burung.

Dia menambahkan drone ini bisa dioperasikan secara manual namun juga bisa dipasangi mode flight-mission yang artinya akan menerbangi area pertanian secara otomatis.

"Tidak sulit digunakan, teknologinya sangat bagus dan saya yakin setiap petani yang bisa menggunakan GPS bisa pula menggunakan drone," kata Bagley.

Diterbitkan Pukul 16:00 AEST 20 September 2016 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris di sini.