ABC

Dunia Hari Ini : Taiwan Temukan Bahan Berbahaya dalam Produk Indomie

Selamat Hari Kamis! Tidak terasa, kita sudah mendekat lagi ke akhir pekan. Semoga kita semua sehat, semangat, dan lebih refreshed setelah libur lebaran kemarin ya.

Untuk menemani hari sekaligus untuk memenuhi asupan informasi Anda, kami hadirkan Dunia Hari Ini, yang berisi sejumlah peristiwa pilihan dari beberapa negara yang terjadi dalam 24 jam terakhir.

Kita awali berita yang pertama dari Taiwan.

Taiwan temukan zat berbahaya dalam Indomie

Dalam pernyataannya, Departemen Kesehatan Taiwan di ibu kota Taipei menyebutkan "Ah Lai White Curry Noodles" dari  Malaysia dan  "Indomie: Special Chicken Flavour" dari Indonesia mengandung etilene oksida, dua senyawa kimia yang sering dihubungkan dengan kanker lymphoma dan leukemia.

Zat tersebut ditemukan dalam bumbu Indomie, sementara dalam produk Malaysia zat berbahaya itu terdeteksi di baik mi instan maupun bumbunya.

Menanggapi temuan Departemen Kesehatan Taiwan, GM Corporate Relation PT Indofood Sukses Makmur, Stefanus Indrayana menyatakan pihaknya masih terus mempelajari temuan itu sebelum menanggapi secara resmi. Namun, secara terpisah Direktur PT Indofood, Fransiscus Welirang menyebut pihaknya selalu mematuhi persyaratan yang berlaku.

"

 "Pada prinsipnya kita mengikuti prasyarat dan ketentuan BPOM dan juga standar badan kesehatan negara pengimpor," ujar Franciscus Welirang.

"

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, meminta BPOM melakukan audit dan investigasi untuk mengetahui apakah kontaminasi zat berbahaya tersebut terjadi sejak awal produksi atau saat proses ekspor.

Malaysia juga dilaporkan telah mengikuti langkah Taiwan menarik produk Indomie Rasa Ayam Spesial dari pasar setelah temuan zat pemicu kanker itu. 

Paus berikan hak suara untuk perempuan

Pimpinan gereja Katolik tertinggi di dunia, Paus Fransiskus, membuat keputusan penting dengan memberikan hak kepada perempuan memberikan suara dalam pertemuan Sinode Para Uskup.

Dalam tradisi Katolik, para uskup yang semuanya pria bertemu secara teratur di Vatikan untuk memutuskan berbagai hal.

Sudah lama muncul desakan agar perempuan punya kesempatan memberikan suara dalam proses pengambilan keputusan tersebut, dan sekarang lima suster serta lima orang pastor akan bergabung sebagai perwakilan dari ordo keagamaan untuk ikut duduk dalam Sinode.

Selain itu, Paus akan mengangkat 70 anggota sinode yang bukan uskup, dan mengharuskan setengahnya adalah perempuan yang berhak memberikan suara.

Situasi keamanan di Haiti memburuk 

Polisi di Haiti, salah satu negara di kawasan Amerika Tengah, mengatakan belasan orang di ibu kota Port-au-Prince yang diduga anggota kelompok geng diserang oleh warga sebelum dibakar.

Tindak kekerasan terbaru ini membuat PBB mengatakan keadaan keamanan di Haiti sekarang sudah mirip dengan negara dalam keadaan perang, selain mencatat meningkatnya angka pembunuhan dan penculikan.

"Dalam pemeriksaan terhadap sebuah minibus, polisi menyita sejumlah senjata dan peralatan lainnya. Belasan orang di dalam kendaraan itu kemudian dikeroyok oleh warga," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Kekerasan dilaporkan mulai terjadi saat subuh, saat anggota geng mendatangi rumah-rumah warga dan melakukan penjarahan.

Warga Australia jatuh dari kapal pesiar di Hawaii

Pasukan penjaga pantai Amerika Serikat memastikan bahwa seorang pria asal Australia hilang setelah jatuh dari kapal pesiar The Quantum of the Seas yang sedang berada di perairan di dekat Hawaii.

Kapal tersebut sempat berhenti dan membantu usaha pencarian selama dua jam, namun sekarang telah melanjutkan perjalanan sementara pesawat Hercules C-130 terus melakukan pencarian dari udara.

Pihak berwenang sudah memastikan bahwa pria tersebut adalah warga Australia namun tidak memberikan informasi lebih lanjut.

Kapal pesiar tersebut meninggalkan ibu kota Queensland, Brisbane, tanggal 12 April lalu dan akan merapat di Honolulu tanggal 28 April.

Penjaga kamp konsentrasi Nazi meninggal di usia 102 tahun

Seorang pria yang berusia 102 tahun yang dinyatakan bersalah membantu pembunuhan terhadap lebih dari 35 orang ketika bekerja sebagai penjaga kamp konsentrasi Nazi semasa Perang Dunia kedua meninggal dunia.

Kantor berita Jerman DPA melaporkan pria yang bernama Josef S dijatuhi hukuman penjara lima tahun bulan Juni lalu namun tidak menjalani hukuman karena masih melakukan banding.

Dia membantah pernah menjadi penjaga kamp konsentrasi Sachsenhausen.

Namun pengadilan di Neuruppin berkesimpulan bahwa nama dan tanggal kelahirannya menunjukkan dia terdaftar sebagai anggota paramiliter  Nazi yang ditempatkan di kamp yang terletak di luar kota Berlin antara tahun 1942-1945.

Belasan ribu tahanan termasuk warga Yahudi, tahanan politik dan tentara Soviet yang ditawan – tewas di kamp Sachsenhausen karena kelaparan, penyakit, kerja paksa dan sebab lain.