ABC

Dunia Hari Ini: Setidaknya 300 Imigran Hilang Saat Menuju ke Spanyol

Selamat hari Senin! Selamat memulai pekan yang baru ini dengan semangat yang energi yang baru.

Sebagai pelengkap hari Anda, kami hadirkan sejumlah informasi pilihan dari berbagai negara yang telah kami rangkum dalam Dunia Hari Ini, edisi Senin, 10 Juli 2023.

Berita yang pertama datang dari Eropa.

Setidaknya 300 imigran hilang di laut Spanyol

Tiga perahu imigran yang memuat sedikitnya 300 orang hingga kini belum ditemukan setelah menempuh perjalanan dari Senegal menuju Kepulauan Canary, Spanyol.

LSM pendamping imigran Walking Borders menyebutkan dua perahu telah hilang selama 15 hari dan satu lainnya belum diketahui keberadaannya sejak 13 hari lalu.

Dua perahu pertama masing-masing memuat 60-an penumpang, sementara perahu ketiga membawa 200 imigran. Ketiga perahu meninggalkan Kafountine di selatan Senegal, sekitar 1.700 kilometer dari Tenerife, salah satu Kepulauan Canary.

Kepulauan Canary di lepas pantai Afrika Barat telah menjadi tujuan utama para imigran yang mencoba masuk ke Spanyol. Sebelumnya imigran yang jumlahnya jauh lebih kecil juga berupaya menyeberangi Laut Mediterania ke daratan Spanyol.

Rute migrasi Atlantik, salah satu yang paling mematikan di dunia, biasanya digunakan oleh para migran dari sub-Sahara Afrika. Setidaknya 559 orang, termasuk 22 anak-anak, meninggal pada tahun 2022 dalam perjalanan menuju Kepulauan Canary.

Serangan udara di Sudan tewaskan 22 orang

Serangan udara di Omdurman, Sudan, menewaskan sedikitnya 22 orang, ketika pihak militer menyerbu kelompok paramiliter Rapid Support Forces dan perang saudara yang dipicu oleh persaingan jenderal. RSF menggunakan rumah penduduk sebagai tameng, sehingga serangan ini diperkirakan turut menewaskan warga sipil.

RSF menyalahkan militer atas serangan hari Sabtu lalu dan serangan lainnya di Omdurman, tempat pertempuran antara faksi-faksi yang bertikai.

Warga setempat mengatakan pesawat militer telah berulang kali menargetkan pasukan RSF di daerah tersebut dan pasukan paramiliter menggunakan drone dan senjata anti-pesawat untuk melawan.

Konflik pecah pada pertengahan April, mengakhiri ketegangan selama berbulan-bulan antara militer, yang diketuai oleh Jenderal Abdel Fattah Burhan, dan RSF yang dipimpin oleh Jenderal Mohammed Hamdan Dagalo.

Negara tetangga khawatir limbah nuklir Jepang

Warga di sejumlah negara mengkhawatirkan rencana Jepang membuang air limbah radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke laut.

Di Korea Selatan, meskipun pemerintahnya secara resmi mendukung keamanan rencana pembuangan air limbah itu, sebagian warganya turun ke jalan melakukan aksi protes.

Beberapa negara Kepulauan Pasifik juga terang-terangan menentang pembuangan air limbah karena dikhawatirkan akan mengancam lingkungan laut dan kesehatan masyarakat pesisir.

Di China, muncul seruan memboikot ekspor Jepang, mulai dari makanan laut hingga produk kosmetik, setelah pemerintah mengumumkan untuk memperketat pengawasan terhadap makanan dari Jepang.

PLTN Fukushima yang hancur pada tahun 2011 akibat gempa 8,9 SR dan tsunami, akan melepaskan lebih dari satu juta ton air radioaktif. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebut dampak lingkungan dari rencana itu aman dan dapat diabaikan.

Namun Beijing menyebut IAEA "terburu-buru" dan "tidak sepenuhnya mencerminkan pandangan dari para ahli yang berpartisipasi dalam proses tinjauan", dan "Kesimpulannya tidak disetujui oleh semua ahli."

Masalah setelah setahun legalisasi ganja Thailand

Selama setahun terakhir, ribuan usaha bisnis penjualan ganja membanjiri jalan-jalan di berbagai kota Thailand sejak negara itu melegalkan tanaman ini untuk meningkatkan pariwisata, pertanian, dan kesehatan.

Tapi sejak awal, aturannya kabur. UU yang dijanjikan tidak lolos di parlemen, sehingga menyebabkan negara ini tanpa payung hukum untuk mengatur penggunaan ganja sebagai industri.

"

"Tidak jelas di mana Anda bisa mengisapnya, berapa banyak dan barang apa yang bisa Anda beli," kata Jules, seorang ekspatriat asal Inggris di Chiang Mai.

"

Meskipun mengisap ganja di depan umum dianggap ilegal, tapi penggunaan untuk kesenangan sendiri di rumah tidak diatur. Sejauh ini, lebih dari 1 juta orang telah mendaftar untuk menanam ganja dengan sekitar 9.000 penjual yang terdaftar secara legal.

Kitty Chopaka, seorang aktivis pro-ganja dan pemilik toko ganja di Bangkok menilai pemerintah bingung bagaimana menangani industri baru ini dan menganggap, meskipun bermanfaat, legalisasi juga bisa menjadi pemangsa dan merusak jika tidak diatur.


Simak artikel aktual lainnya di ABC Indonesia.