ABC

Dunia Hari Ini: Sedikitnya 85 Orang Tewas Terinjak-injak di Yaman Saat Pembagian Dana Amal

Akhirnya kita tiba di hari Kamis, hanya beberapa waktu lagi menuju Idul Fitri.

Bagi Anda yang sedang berrada di perjalanan menuju kampung halaman, hati-hati berkendara ya! Jangan lupa beristirahat sejenak jika tubuh penat, apalagi kalau mengantuk.

Untuk melengkapi hari Anda, kami telah merangkum sejumlah berita pilihan dunia yang terjadi dalam 24 terakhir. Inilah Dunia Hari Ini edisi 20 April 2023 yang akan kita awali dari Yaman.

Sedikitnya 85 tewas di Yaman saat pembagian donasi amal

Insiden yang memakan korban jiwi ini berlangsung di pusat Kota Tua Sanaa kemarin (20/04) dan dipastikan oleh pejabat keamanan Houthi.

Selain 85 korban tewas, 322 orang lainnya dilaporkan terluka.

"Perempuan dan anak-anak termasuk di antara yang tewas," imbuhnya.

Sebelumnya ratusan orang memadati sekolah untuk menerima sumbangan, yang berjumlah 5.000 riyal Yaman (sekitar Rp300.000), kata dua saksi mata yang terlibat dalam upaya penyelamatan.

Abdel-Rahman Ahmed dan Yahia Mohsen, yang menyaksikan kejadian itu, mengatakan petugas yang Houthi bersenjata menembak ke udara dalam upaya pengendalian massa, tapi tembakannya diduga mengenai kabel listrik dan menimnulkan ledakan.

Itu memicu kepanikan, dan orang-orang, termasuk banyak perempuan dan anak-anak, lari dan menginjak-injak satu sama lain, kata mereka.

Gelombang panas terjang Asia Selatan dan Tenggara

Di India suhu panas menyebabkan kematian sedikitnya 13 orang sementara di Thailand menurut media lokal dua orang meninggal.

"Dari tahun ke tahun semakin panas," kata Mikako Nicholls yang berdiri di bawah payung yang melindunginya dari sengatan matahari di Lumpini Park di ibu kota Thailand, Bangkok.

Biro Meteorologi Thailand mengatakan suhu tertinggi mencapai 44,6 derajat Celsius terjadi di bagian barat di provinsi Tak pada 15 April dan gelombang panas ini akan terus berlanjut sampai pekan depan.

Di Bangladesh, ratusan orang berkumpul untuk berdoa meminta hujan setelah suhu di sana mencapai 40,6 derajat celsius, menjadikannya suhu terpanas sejak tahun 1960-an.

Tiga WNI ditangkap di Jepang karena membunuh sesama WNI

Di Jepang tiga warga negara Indonesia (WNI)  ditangkap oleh polisi dengan tuduhan pembunuhan.

Menurut Antara, Informasi tersebut diperoleh KBRI Tokyo dari Kantor Polisi Konosu, Prefektur Saitama, pada Selasa (18/04).

“Mayat korban, yang diduga berjenis kelamin laki-laki, dimasukkan ke dalam tas dan dibuang di pinggir jalan Kota Tamura, Prefektur Fukushima,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha.

Kasus itu ramai dibicarakan di media sosial setelah seorang WNI dengan akun Twitter @kevinpramudya mengunggah pemberitaan media Jepang tentang kasus tersebut.

Di sana ditulis korban hilang sejak Desember 2021 setelah makan bersama ketiga tersangka. Mayat korban diduga disembunyikan sejak dibunuh, sebelum dimasukkan ke koper dan dibuang bulan lalu.

Dia juga melampirkan tangkapan layar pemberitaan yang menyebut bahwa korban berasal dari Pati, Jawa Tengah, yang dibunuh oleh seorang pelaku yang adalah warga Purwodadi.

Pendaki gunung Irlandia Utara tewas di Himalaya

Pendaki gunung asal Irlandia Utara, Noel Hanna, dan pendaki India, Anurag Maloo, hilang dalam dua insiden terpisah di Gunung Mount Annapurna, gunung ke-10 tertinggi di dunia.

Penyebab meninggalnya Hanna, yang saat itu sedang dalam perjalanan turun setelah mencapai puncak Annapurna, namun pencarian terhadap Maloo masih dilakukan setelah dia jatuh ke jurang es dengan kedalaman sekitar 50 meter.

Hanna sebelumnya pernah 10 kali mencapai puncak gunung tertinggi di dunia, Mount Everest, dan menjadi orang Irlandia pertama yang mencapai puncak K2, gunung kedua tertinggi juga di kawasan Himalaya.

Gerhana matahari bisa dilihat di Australia

Hari ini sebagian warga Australia, terutama yang tinggal di kota Exmouth di negara bagian Australia Barat, bisa menyaksikan gerhana matahari total untuk pertama kalinya sejak sepuluh tahun yang lalu.

Sementara warga di kawasan Australia lainnya hanya dapat menyaksikan gerhana matahari sebagian. 

Disarankan untuk tidak melihat langsung ke matahari ketika gerhana terjadi karena bisa merusak penglihatan yang tidak bisa disembuhkan.

Di Exmouth, proses gerhana ini akan berlangsung selama tiga jam, namun durasi di mana matahari benar-benar tertutup hanya akan berlangsung selama 58 detik.