ABC

Dunia Hari Ini: Rusia Tuduh Ukraina Berupaya Membunuh Presiden Putin

Bagi Anda penggemar Star Wars, kami mengucapkan 'May the fourth be with you' di hari keempat bulan Mei. 

Cuaca di kota Melbourne sudah mulai dingin dan daun berguguran di musim semi. 

Sejumlah peristiwa besar yang terjadi dalam 24 jam terakhir sudah kami rangkum dalam Dunia Hari Ini.

Ada berita dari Rusia, planet yang dimakan dengan bintangnya, serta mantan presiden Brasil yang digerebek karena dituduh memalsukan vaksin COVID-19.

Rusia tuduh Ukraina berupaya bunuh Putin

Rusia menuduh Ukraina telah menyerang Kremlin dengan drone sebagai upaya untuk membunuh Presiden Vladimir Putin.

Rusia mengklaim dua drone telah digunakan pada Selasa malam untuk menyerang kediaman Presiden Putin di Kremlin, tapi kemudian dinonaktifkan oleh pertahanan elektronik.

"Kami tidak menyerang Putin atau Moskow. Kami berperang di wilayah kami. Kami mempertahankan desa dan kota kami," demikian tanggapan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Sebuah video yang tidak dapat terverifikasi memperlihatkan asap mengepul di atas Kremlin, atau kompleks pemerintahan di pusat Moskow.

Sebuah bintang menelan planet

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan menyaksikan sebuah bintang yang sedang menelan sebuah planet secara sekaligus.

Para astronom melaporkan mereka melihat bola gas raksasa seukuran planet Jupiter yang dimakan oleh bintang.

Bintang tersebut disebut mirip Matahari, yang seharusnya mengembang di usia tuanya, tapi malahan menjadi sangat besar hingga memakan planet yang mengorbit dekatnya.

Fenomena ini menjadi perkiraan para ilmuwan soal apa yang akan terjadi pada Bumi saat matahari kita berubah menjadi raksasa merah dan menelan empat planet, yang diperkirakan terjadi beberapa miliar tahun lagi.

Mantan presiden Brasil digerebek terkait COVID

Rabu kemarin, polisi Brasil menggerebek rumah mantan presiden Jair Bolsonaro dan menyita ponselnya sebagai bagian dari penyelidikan terhadap catatan vaksinasi COVID-19 miliknya.

Jair, seorang yang skeptis soal virus corona, pernah bersumpah tidak akan divaksinasi. Tapi pada bulan Februari dalam catatan kesehatan ia terdaftar sebagai penerima vaksin.

Jair mengkonfirmasi penggerebekan di rumahnya di Brasilia, sambil menegaskan ia tidak pernah mendapat vaksin COVID-19, dan juga membantah terlibat dalam dugaan pemalsuan dokumen.

"Bagi saya, tidak ada yang dipalsukan. Saya tidak mengambil vaksin. Titik," katanya.

Penyelidikan vaksin adalah satu dari banyak hal yang membuat mantan pemimpin sayap kanan itu berada di bawah tekanan, termasuk penyelidikan atas dugaan menyerang legitimasi pemilu Brasil, dan penggelapan hadiah dari luar negeri.

Penembakan di sekolah di Serbia

Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun melepaskan tembakan di ruang kelasnya di Beograd, kemarin.

Insiden tersebut menewaskan delapan siswa dan seorang penjaga keamanan. Sementara tujuh orang terluka.

Dengan menggunakan pistol ayahnya, anak laki-laki itu menembak terlebih dahulu ke satpam dan tiga anak perempuan di lorong dan kemudian memasuki kelas dan menembak ke arah guru dan teman sekelasnya, demikian penjelasan polisi.

Polisi mengatakan seorang siswa kelas tujuh, dengan inisial K K, telah ditangkap di halaman sekolah setelah menelepon polisi dan mengaku melakukan penembakan.

Penangkapan ratusan kriminal Italia

Polisi Jerman dan Italia menangkap lebih dari 100 orang, setelah kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap kelompok kejahatan terorganisir Italia bernama 'Ndrangheta.

Para tersangka dituduh melakukan pencucian uang, menghindari pajak, dan menyelundupkan narkoba bersama para mafia, serta memiliki dan memperjualbelikan senjata.

Penangkapan ini menjadi bagian dari penyelidikan terkoordinasi yang dilakukan pihak Jerman, Belgia, Prancis, Italia, Portugal dan Spanyol.

'Ndrangheta, yang berbasis di wilayah selatan Calabria, kekuatannya sudah melampaui Cosa Nostra, yakni kelompok mafia paling kuat di Italia, dan salah satu jaringan kriminal terbesar di dunia.