ABC

Dunia Hari Ini: Penembakan Massal di Kentucky Disiarkan Langsung Pelakunya

Selamat hari Selasa! Semoga kita semua masih penuh semangat di awal pekan ini.

Dunia Hari Ini dimulai dengan laporan dari Amerika Serikat di mana terjadi penembakan massal yang disiarkan langsung oleh pelakunya. 

Selain itu, ada juga laporan dari sidang tersangka AG di tanah air, permohonan maaf pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama, dan drama kerajaan Inggris menjelang penobatan Raja Charles.

Berikut laporan selengkapnya.

Pelaku penembakan massal siarkan langsung aksinya 

Connor Sturgeon, seorang pegawai bank di Kentucky, AS, melakukan penembakan massal di tempat kerjanya, menewaskan lima orang, dan menyiarkan langsung serangan itu secara online.

Polisi menyebut pria berusia 23 tahun ini menyerang Old National Bank di Louisville, sekitar Pukul 08.30 (waktu setempat) pada hari Senin.

Sturgeon sendiri tewas di lokasi kejadian, namun tidak jelas apakah dari tembakan polisi atau akibat tembakannya sendiri.

Kepala kepolisian setempat Jacquelyn Gwinn-Villaroel menjelaskan pelaku menggunakan senapan semi-otomatis "AR-15-style".

Gubernur Kentucky Andy Beshear, sembari menahan tangis, mengaku mengenal beberapa korban, termasuk wakil direktur di bank tersebut.

AG divonis bersalah turut serta aniaya David

Dari Indonesia, terdakwa anak AG divonis bersalah oleh hakim tunggal PN Jakarta Selatan Sri Wahyuni, Senin (10/4/2023), dan dijatuhi hukuman penjara 3,5 tahun karena terbukti turut serta melakukan tindak kekerasan terhadap Cristalino David Ozora.

Hakim Sri Wahyuni menilai terdakwa anak AG terbukti secara sah dan meyakinkan turut serta melakukan penganiayaan berat berencana sebagaimana dakwaan primer.

Dalam vonisnya, hakim menjatuhkan pidana terhadap anak dengan pidana penjara selama tiga tahun enam bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak.

Hukuman ini lebih ringan enam bulan dibanding tuntutan jaksa penuntut umum.

Kuasa hukum David, Melisa Anggaraini, kepada pers mengatakan "kuasa hukum dan keluarga D menghargai keputusan hakim tunggal."

"

"Namun, kami meminta Jaksa Penuntut Umum melakukan upaya banding terhadap putusan hakim tersebut dengan hukuman penjara maksimal 6 tahun,” tambahnya.

"

Belum jelas apakah Harry-Meghan akan hadiri penobatan Raja Charles

Penobatan raja digelar kurang dari sebulan lagi, namun sampai awal pekan ini Pangeran Harry dan Meghan, Duchess of Sussex, tetap bergeming apakah mereka akan ke London, padahal pihak kerajaan sudah mengirimkan undangan.

Pewaris tahta Kerajaan Inggris ini akan resmi menyandang gelar Raja Charles III, namun ketidakhadiran Pangeran Harry dan istrinya Meghan Markle disebut-sebut akan menjadi 'noda' bagi peristiwa terpenting di kerajaan tersebut.

Dalam bukunya, Spare, Harry yang juga Duke of Sussex mengaku dia dan istrinya mundur dari tugas-tugas kebangsawan Ingris itu sejak 2020 karena kekurangan dukungan keluarganya saat dia mengalami intimidasi rasial.

Pangeran Harry juga mengeluarkan kata-kata kasar untuk ibu tirinya, Camilla, yang akan dinobatkan bersama Raja Charles pada 6 Mei mendatang.

Sejumlah bintang pop Inggris telah menolak undangan untuk tampil pada hari penobatan, dan aksi demonstrasi anti-monarki diperkirakan akan mengganggu prosesi tersebut.

Dalai Lama minta maaf setelah insiden 'isap lidah saya'

Dalai Lama telah meminta maaf kepada seorang anak laki-laki dan keluarganya setelah video pemimpin spiritual Tibet itu mencium anak ini dan memintanya "isap lidah saya" menjadi viral.

"Yang Mulia meminta maaf kepada bocah itu dan keluarganya, serta teman-temannya di seluruh dunia, atas kata-katanya yang mungkin telah melukai," demikian pernyataan akun media sosial Dalai Lama.

"

"Yang Mulia memang sering menggoda orang yang ditemuinya dengan cara yang lugu dan lucu, bahkan di depan umum dan di depan kamera. Dia menyesali kejadian itu," tambahnya.

"

Video yang telah diverifikasi ABC direkam pada akhir Februari di Dharamshala India itu memperlihatkan Dalai Lama mengatakan "cium sini" dan menunjuk ke pipinya mendorong bocah itu untuk memeluk dan menciumnya.

Dia kemudian menunjuk ke bibirnya, berkata "saya pikir di sini juga", dan menarik dagu anak laki-laki itu ke arahnya untuk mencium mulutnya.

Setelah menciumnya, Dalai Lama memintanya untuk "isap lidah saya" dan menjulurkan lidah ke arah anak laki-laki tersebut.

Video tersebut viral selama akhir pekan, menyebabkan kemarahan online dengan banyak orang yang mengatakan "terkejut" atas perilaku yang "tidak pantas" itu.

Di Tibet, menjulurkan lidah telah menjadi sapaan tradisional sejak abad ke-9 dan dipandang sebagai bentuk penghormatan.

China 'kepung' Taiwan dalam latihan perang

China menggelar latihan perang sebagai tanggapan atas pertemuan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy pekan lalu.

Dalam latihan ini, Pemerintah China mensimulasikan serangan ke Taiwan dan pengepungan pulau itu, termasuk menyegelnya. Belasan pesawat tempur juga melakukan simulasi blokade udara. Salah satu dari dua kapal induk China — Shandong — turut ambil bagian.

"Latihan ini secara komprehensif menguji kemampuan tempur gabungan dari beberapa cabang militer dalam kondisi pertempuran yang sebenarnya," ujar Komando Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Wilayah Timur.

Pemerintah Amerika Serikat, yang telah berulang kali meminta China untuk menahan diri, pada hari Senin mengirim kapal perusak rudal, USS Milius, melalui Laut China Selatan.