ABC

Dunia Hari Ini: Hampir 100 Warga India Meninggal Akibat Gelombang Panas

Selamat hari Senin!

Anda membaca Dunia Hari Ini edisi Senin, 19 Juni, yang merangkum kejadian seluruh dunia selama 24 jam terakhir.

Kita mulai laporan pertama dari India.

Gelombang panas mematikan

Sedikitnya 96 orang tewas di dua negara bagian terpadat di India selama beberapa hari terakhir.

Kematian tersebut terjadi akibat gelombang panas di negara bagian utara Uttar Pradesh dan Bihar timur.

Korban yang meninggal kebanyakan warga berusia di atas 60 tahun, atau yang sudah punya masalah kesehatan sebelumnya.

Seorang petugas medis di Ballia mengatakan 300 pasien dirawat di rumah sakit dalam tiga hari terkahir, karena penyakit mereka yang semakin parah akibat gelombang panas tersebut.

UU referendum suara bagi Penduduk Asli Australia disahkan

Senat Australia sudah mengesahkan rencana untuk melakukan referendum sebelum akhir tahun 2023.

Referendum ini nantinya akan membuat RUU Perubahan Konstitusi terkait dengan 'The Voice' atau pembentukan badan penasihat independen bagi warga Pribumi Australia.

Diharapkan badan ini nantinya akan memberikan masukan kepada parlemen federal dan eksekutif tentang undang-undang dan kebijakan yang memengaruhi mereka.

Puluhan tewas akibat pemberontakan di Uganda

Beralih ke Uganda, setidaknya 41 orang tewas akibat serangan yang dilakukan tersangka pemberontak di sebuah sekolah, dekat perbatasan dengan Kongo.

Para korban meliputi 38 pelajar, satu penjaga sekolah dan dua anggota masyarakat setempat yang tewas di luar sekolah.

Pernyataan militer Uganda mengatakan pemberontak juga menculik enam mahasiswa, yang kemudian melarikan diri melintasi perbatasan ke Kongo setelah serangan pada Jumat malam.

Pejabat setempat mengatakan beberapa pelajar mengalami luka bakar yang fatal ketika pemberontak membakar asrama, sementara pelajar lainnya ditembak atau dibacok dengan parang.

Enam orang tewas akibat penembakan di Amerika Serikat

Serangkaian penembakan di Amerika Serikat menewaskan 6 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Selama akhir pekan kemarin, telah terjadi penembakan di Chicago, negara bagian Washington, Pennsylvania, St Louis, California Selatan, dan Baltimore.

Dua orang tewas dan dua lainnya terluka ketika seorang penembak mulai menembak "secara acak" ke kerumunan di perkemahan negara bagian Washington, yang sedang menggelar festival musik.

Seorang polisi tewas dan yang kedua terluka parah hanya selang beberapa jam di Pennsylvania, hari Sabtu.

Tersangka simpatisan IS di Austria ditangkap

Rencana serangan oleh tersangka simpatisan kelompok yang menamakan diri 'Islamic State' saat sebuah parade digelar di Austria sudah digagalkan oleh pihak berwenang.

Kepala dinas intelijen Austria mengatakan para tersangka, berusia 14, 17 dan 20 tahun, ditangkap satu jam sebelum dimulainya parade Vienna's Pride, yang dihadiri oleh sekitar 300.000 orang.

Kanselir Austria Karl Nehammer mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para penyelidik karena mencegah "kemungkinan serangan Islamis di Wina."

"

"Ini sekali lagi menunjukkan bahwa kita tidak boleh menyerah dalam perang melawan kaum radikal dan ekstremis," tulis Nehammer di Twitter.

"