ABC

Dukung ISIS, Satu Keluarga Indonesia Dideportasi dari Turki

Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun kelahiran Australia dideportasi dari Turki bersama dengan keluarganya setelah ayahnya yang warga negara Indonesia berusaha bergabung dengan Kelompok ISIS.

Keluarga tersebut saat ini tengah ditahan di Jakarta oleh polisi anti teror, demikian dikatakan Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaya Otoritas Indonesia mengatakan anak laki-laki itu dilahirkan di Australia Selatan pada tahun 2009 ketika ayahnya belajar mengambil gelar S-2 di perguruan tinggi disana.

Polisi mengatakan pasangan ini bepergian ke Turki melalui Malaysia bersama dengan ketiga orang anaknya karena ayahnya yang berusia 39 tahun, yang bernama Triono, ingin menjadi pejuang ISIS.

Triono dan isterinya ditangkap di sebuah rumah aman ISIS di Istambul pada 16 Januari.

Mereka termasuk diantara 25 orang Indonesia yang telah dideportasi dari Turki bulan ini karena memiliki keterkaitan dengan ISIS.

Keluarga ini ditangkap oleh polisi anti teror pada Sabtu, ketika mereka mendarat di Denpasar, Bali.

Kepolisian Indonesia mengatakan keluarga itu meninggalkan Jakarta pada Bulan Agustus dengan menggunakan pesawat Garuda menuju Thailand setelah orang yang diduga menjadi penghubung ISIS memberitahu mereka kalau rute tidak langsung selalu menjadi cara terbaik untuk menghindari pendeteksian.

AKBP Hengky Widjaya mengatakan penghubung warga Indonesia di Thailand juga aktifis Front Pembela Islam (FPI).

Diperkirakan sekitar 600 orang warga Indonesia telah pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Hanya sebagian kecil dari mereka ikut berperang - sebagian besar diyakini melakukan peran mendukung saja atau anggota keluarga dari para kombatan.

Otoritas anti teror Indonesia mengatakan antara tahun 2014-2016, 213 warga Indonesia telah dideportasi dari Turki karena berencana melintasi perbatasan menuju Suriah.

Diterjemahkan pukul 23:00 WIB, 26/1/2017 oleh Iffah Nur Arifah dari artikel Bahasa Inggris disini.