ABC

Dua Warga Australia Jadi Korban Kebakaran Grenfell di London

Departemen Luar Negeri Australia (DFAT) mengukuhkan bahwa dua warga Australia termasuk dalam 71 orang yang tewas dalam kebakaran di Grenfell Tower di London bulan Juni tahun lalu.

Alexandra Atala (40 tahun) dan ibunya Victoria King (71 tahun) menjadi korban ketika flat mereka di lantai 20 dilumat api dalam kebakaran di London Barat yang disebutkan sebagai kebakaran terburuk di Inggris sejak Perang Dunia kedua.

"Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) mengukuhkan bahwa dua warga Australia tewas di Grenfell Tower bulan Juni 2017." kata DFAT dalam sebuah pernyataan.

Kedua wanita tersebut 'sangat dekat satu dengan yang lain', menurut pernyataan keluarga yang dikeluarkan tidak lama setelah kebakaran dan dilaporkan oleh berbagai media.

"Kami sangat bersedih mendengar nasib yang menimpa saudara perempuan kami Vicky, dan putranya Alexandra dalam tragedi Grenfell Tower." kata mereka.

Kebakaran tanggal 14 Juni tersebut dimulai sekitar pukul 10 pagi, dan dengan cepat menyebar ke seluruh gedung, dimulai dari lantai dua ke seluruh 24 lantai dari kompleks apartemen tersebut.

Asap mengepul ke udara dari jendela kompleks apartemen yang memiliki 120 rumah tersebut, dan bisa dilihat dari beberapa kilometer jauhnya.

Diperlukan lebih dari 200 petugas pemadam dan 40 mobil pemadam untuk membantu menyelamatkan korban yang kebanyakan terjebak di dalam gedung.

Cepatnya api menghancurkan gedung itu membuat para pakar kebakaran terkejut.

Hari-hari setelah kebakaran, petugas masih terus mencari korban dengan kemarahan akan peristiwa tersebut meningkat, dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May dihadang oleh para pengunjuk rasa.

Pada awalnya para pakar mengatakan bahwa panel penutup yang mengelilingi apartemen 24 lantai tersebut mungkin menyebabkan api menjalar dengan cepat dari satu lantai ke lantai lainnya.

Namun penyelidikan independen kemudian menemukan bahwa adanya lapisan dinding yang digunakan di 82 apartemen tidak memenuhi standar ketahanan api.

Dan di akhir Juni, perusahaan yang memasok lapisan dinding yang digunakan di Grenfell Tower mengumumkan menghentikan penjualan panel alumunium yang berisi plastik itu karena 'tidak adanya standarisasi peraturan di seluruh dunia."

ABC/wires