ABC

Dua Remaja 16 tahun di Sydney Ditetapkan Tersangka Terorisme

Dua remaja 16 tahun yang ditangkap di Sydney, Australia, Rabu (12/10/2016), kini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan terkait terorisme. Polisi setempat mengatakan kedua remaja tersebut berencana melakukan serangan yang diilihami ISIS.

Keduanya ditahan oleh Tim Gabungan Kontra Terorisme NSW di daerah Bankstown di Sydney, di sebuah jalan di belakang sebuah mushola.

Ketika ditahan, keduanya memiliki dua pisau bayonet besar, yang baru dibeli hari itu, dan juga membawa tulisan yang berisi kesetiaan mereka kepada ISIS.

Menurut laporan yang diterima ABC, salah satu remaja tersebut adalah putra dari seorang teroris yang pernah dijatuhi hukuman.

Keduanya tidak muncul di Pengadilan Anak-anak Parramatta hari Kamis (13/10/2016) dan juga tidak mengajukan permohonan tahanan luar.

Keduanya akan kembali diajukan ke pengadilan bulan Desember, kecuali bila mereka mengajukan permintaan tahanan luar sebelum itu.

Bisa Hukuman Seumur Hidup

Dalam jumpa pers hari Kamis pagi, polisi mengatakan kedua remaja tersebut sudah dikenai tuduhan mempersiapkan diri untuk melakukan tindak terorisme, dan menjadi anggota sebuah organisasi teroris.

"Tuduhan ini sangat serius dengan hukuman maksimum bagi tindak mempersiapkan serangan teroris adalah penjara seumur hidup," kata Wakil Kepala Kepolisian NSW Catherine Burn.

Polisi mengatakan bahwa mereka 'sudah memiliki informasi' mengenai para remaja tersebut sebelumnya.

"Kami akan menuduh bahwa serangan itu diilhami oleh ISIS," katanya.

"Kami tidak memiliki informasi khusus mengenai sasaran tertentu namun kami akan mengatakan ada rencana serangan segera."

"Apa yang kami ketahui adalah bahwa dari tindakan mereka, kami menuduh bahwa sudah ada cukup bukti mereka bersiap melakukan tindakan meski kami secara khusus tidak mengetahui dimana serangan akann dilakukan," lanjut Burn.

Burn mengatakan bahwa "ini adalah rencana serangan ke-11 yang berhasil kami cegah ... Sudah terjadi empat serangan, tiga di antaranya terjadi di NSW."

Tidak Ada 'Obat Manjur'

Sebagai bagian dari operasi mereka, polisi mendatangi beberapa rumah dan juga sebuah mushola.

Deputy Commissioner Mike Phelan dari Kepolisian Federal Australia mengatakan, "Kami sudah berulang kali mengatakan bahwa yang paling penting bagi kami adalah keselamatan publik dan kami akan bertindak segera setelah kami mendapat informasi cukup guna menggagalkan aktivitas apapun."

"Siapa saja yang mengatakan mereka memiliki obat yang manjur untuk mengurangi radikalisasi di kalangan remaja, silahkan hubungi saya," katanya.

Deputy Commissioner Burn mengatakan sekarang 'tergantung kepada para orang tua" untuk melihat tanda-tanda awal radikalisasi pada anak-anak mereka.

"Usia 16 tahun akan menjadi keprihatinan bagi siapa saja, dan juga akan menjadi kekhawatiran bagi orang dan inilah letak masalahnya," katanya.

Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan mengatakan bahwa polisi sudah mendapat pelatihan untuk mengenali "indikasi adanya radikalisasi."

"Sejak tingkat ancaman terorisme nasional dinaikkan 12 September 2014, sudah terjadi 4 serangan dan sekaran ada 11 operasi untuk menggagalkan serangan besar yang direncanakan di Australia," kata Menteri Keenan.

"Saya ingin memberikan jaminan kepada publik bahwa setelah penahanan ini tidak ada ancaman segera atau berlanjut saat ini," katanya.

Mother of teenager charged with terrorism offences at Bankstown
Ibu dari salah seorang remaja yang ditahan dalam kaitan dengan terorisme di Bankstown.

Fairfax Media: Christopher Pearce

Diterjemahkan pukul 12:00 AEST 13/10/2016 oleh Sastra Wijaya. Simak beritanya dalam bahasa Inggris di sini