ABC

Dosen di ACT Tidak Boleh Mengajar Lagi Karena Kasus Pelecehan Seksual Di Masa Lalu

Seorang dosen yang sebelumnya mengajar di Australian National University (ANU) sekarang tidak boleh lagi mengajar setelah kasus pelecehan seksual yang dilakukannya di masa lalu baru diketahui sekarang.

Pria yang tidak bisa disebut namanya tersebut mengatakan kepada Pengadilan Tribunal dan Sipil ACT (ACAT di Canberra bahwa dia telah bekerja selama beberapa tahun sebagai dosen dan tutor di ANU.

Namun kemudian harus mendapatkan surat berkelakuan baik dalam hubungannya bekerja dengan mereka yang rentan seperti anak-anak.

Dalam pengecekan yang dilakukan di tahun 2017 tersebut, ditemukan bahwa pria ini di tahun 1980-an, ketika menjadi guru sekolah di Australia Barat, pernah melakukan penganiayaan seksual terhadap beberapa murid perempuan di bawah usia 14 tahun.

Pria tersebut mengajukan kasusnya ke Tribunal karena dia sudah menyatakan bersalah atas kesalahan di masa lalu, sehingga tetap diperbolehkan tetap mengajar.

Menurut tribunal yang menyelesaikan kasus tersebut minggu ini, dia dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap 10 murid perempuan.

Selama persidangan, pria tersebut memberikan bukti bahwa dia sekarang sudah menemukan agama, dan memberikan kesaksian tertulis dari murid-muridnya di masa lalu.

“Sejumlah kesaksian itu hanya merujuk kepada pengalaman guru tersebut dalam mengajar.” kata anggota senior ACAT Mary Brennan.

“Ini tidak menunjukkan bahwa mereka yang memberikan kesaksian tidak menjelaskan apakah mereka mengetahui tindak yang dilakukannya berhubungan dengan anak-anak.’

Tribunal dalam keputusannya tidak memberikan serifikat untuk bisa bekerja dengan orang-orang yang rentan kepada dosen tersebut.

Dalam reaksinya, ANU mengatakan mereka tidak bisa memberikan rincian mengenai riwayat pekerjaan dosen tersebut, karenanya namanya tidak diketahui.

“ANU tidak bisa memberikan informasi apapun untuk masalah ini, dan berdasarkan informasi yang ada tidak bisa mengukuhkan apakah orang ini bekerja di ANU.” kata seorang juru bicara.

"Universitas mementingkan keselamatan dan perlindungan bagi mahasiswa, staf dan anggota masyarakat sebagai hal yang sangat penting."

“Kami tidak pernah akan berhubungan langsung atau tidak langsung, dengan siapa saja yang bisa membahayakan anak-anak,”

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini