ABC

“Dokter Palsu” Asal India Berpraktek 10 Tahun Lebih di Australia

Seorang pria yang diduga menyamar sebagai dokter selama lebih dari satu dekade di Australia, diyakini telah mendapatkan "pendidikan dalam kursus medis" di India, dan kualifikasinya tersebut yang menjadi "titik perdebaan".

Demikian dikatakan Menteri Kesehatan negara bagian New South Wales (NSW) Brad Hazzard mengomentari terungkapnya kasus pria asal India bernama Shyam Acharya yang dituduh mencuri nama dan kualifikasi medis Dr Sarang Chitale di India sebelum pindah ke Australia dan menjadi warga negara.

Menteri Hazzard mengatakan, Acharya bekerja di RS Gosford dan Wyong antara tahun 2003 dan 2006, di RS Hornsby antara tahun 2006 dan awal tahun 2008, kemudian di RS Manly hingga 2014.

Hazzard menambahkan, pria tersebut mungkin mendapatkan beberapa pelatihan medis.

"Keyakinan adalah bahwa dia benar-benar terlatih dalam kursus medis, mungkin di India," katanya.

"Apakah dia benar-benar menyelesaikan kualifikasi tersebut, itu yang jadi titik perdebatan," ujar Hazzard.

Izin dicabut tahun 2014

Pihak berwenang tahu tentang dugaan pemalsuan identitas ini pada bulan November dan Menteri Kesehatan NSW mendapatkan laporannya Jumat pekan lalu.

Depkes NSW telah memeriksa catatan dan akan memberitahu para pasien tahu jika mereka menemukan masalah dengan perawatan oleh "dokter" tersebut.

Ada satu temuan terkait dengan pengobatan "dokter" ini yang diketahui terkait dengan lengan yang patah di RS Manly Hospital.

Shyam Acharya berhenti merawat pasien di RS pada tahun 2014 karena dia tidak memenuhi kriteria baru untuk memperpanjang izin prakteknya.

"Orang ini kehilangan hak untuk berpraktek," kata Hazzard.

"Aku diberitahu bahwa dia kemudian bekerja di sektor swasta dan di luar itu saya tidak bisa berkomentar karena alasan tuntutan hukum," katanya.

Menteri Hazzard juga tidak akan mengungkapkan bagaimana pria itu akhirnya menjadi perhatian pemerintah.

Medical Association Australia (AMA) mengatakan, pria itu meurpakan anggota terdaftar di AMA sampai tahun lalu.

AMA mengatakan catatan yang ada menunjukkan "Sarang Chitale" bergabung dengan asosiasi sekitar Mei tetapi keanggotaannya berakhir enam bulan kemudian.

Ketua AMA NSW, Professor Brad Frankum, mengatakan keanggotaan ini memicu pertanyaan lebih serius tentang kegiatan pria tersebut.

"Sangat memprihatinkan dan kami semua ingin tahu keberadaan orang ini dan apa yang dia lakukan sekarang dan memastikan dia tidak lagi bertindak dalam peran yang seharusnya [tidak] dia perankan," kata Prof. Frankum.

"Perlu upaya signifikan sekarang untuk menemukan orang ini dan melihat apa yang dia lakukan," tambahnya.

Untuk mendapatkan pekerjaan, Acharya diduga menggunakan dokumen palsu untuk bisa terdaftar pada Medical Council of NSW pada tahun 2003.

Pendaftaran praktisi medis kini ditangani oleh badan nasional, Australian Health Practitioner Regulation Agency (AHPRA).

AHPRA menegaskan telah mengajukan tuntutan pelanggaran dan Acharya menghadapi denda $ 30 ribu karena diduga menyamar sebagai dokter.

RS di Central Coast

Central Coast Area Health Service menegaskan pria ini berbasis di Rs Gosford dan Wyong antara tahun 2003 dan 2006.

Kepala eksekutif lembaga ini Andrew Montague mengatakan tak ada catatan keluhan dibuat terhadap pria ini selama waktu tersebut.

Dr Montague meminta warga menghubungi pihaknya jika mereka memiliki kekhawatiran apapun terkait hal ini.

"Jika orang khawatir, kami lebih suka mendengar dari mereka daripada mengkhawatirkan yang tidak perlu. Tetapi penting diingat itu terjadi antara periode 2003 dan 2006 dan terutama terjadi di bangsal medis dan gawat darurat," katanya.

"Kami sudah memiliki sejumlah pertanyaan. Kami akan menindaklanjuti semuanya dengan cepat sehingga kami dapat membuat orang tenang," katanya.

Dokter palsu selalu diawasi

Dr Montague mengatakan bahwa Acharya selalu diawasi dalam posisinya di RS Central Coast.

"Peran yang diberikan padanya, dia tidak sepenuhnya lakukan secara independen," kata Dr Montague.

"Dia selalu dalam posisi yang membutuhkan seseorang sebagai pengawas. Tentu saja kami melihat catatan elektronik dalam hal insiden yang terjadi serta catatan kertas kami dan setiap penyelidikan yang kami lakukan selama periode terwsebut. Tak ada bukti untuk menyebut bahwa ada pasien dirugikan sebagai akibat kehadiran dia di sini," tuturnya.

"Saya yakin bahwa proses kami sebagai pelayanan kesehatan jauh lebih ketat daripada waktu itu," tambahnya.

Dia khawatir insiden ini dapat merusak reputasi dokter asing lainnya yang bekerja di rumah sakit di berbagai daerah.

"Dokter dari luar negeri banyak bekerja untuk warga masyarakat kita. Saya pikir orang harus menyadari kasus ini tidak menggambarkan para dokter yang datang dari luar negeri," kata Dr Montague.

"Mereka telah bekerja baik bagi masyarakat kita dan merupakan bagian integral dari masyarakat kita di daerah pesisir ini," tambahnya.

Diterbitkan Pukul 14:20 AEST 9 Maret 2017 oleh Farid M. Ibrahim dari berita berbahasa Inggris.