ABC

Dokter Khawatir Epidemi Flu Mengancam Negara Bagian Queensland

Asosiasi Medis Australia di Queensland mengatakan ribuan kasus influenza telah terdiagnosa di Queensland, sepanjang bulan Agustus.

Angka terbaru dari badan Kesehatan Queensland menunjukkan ada lebih dari 12.000 kasus influenza yang telah dikonfirmasi, hingga 16 Agustus 2015.

Hampir setengah dari mereka didiagnosis antara 1 hingga 16 Agustus. Sebanyak 92 orang dirawat di rumah sakit.

Dr Wayne Herdy dari Asosiasi Medis Australia di Queensland mengatakan musim flu tahun ini menjadi yang terburuk dalam beberapa dekade.

"Saya pikir bahwa kita sekarang tepat berada di awal epidemi influenza B yang cukup signifikan," kata Dr Herdy.

"Saya sudah tinggal di kawasan Sunshine Coast selama 23 tahun dan belum pernah melihat kasus flu sebanyak ini dalam waktu singkat."

Dr Herdy memperingatkan data statistik mengetahui flu tersebut bisa jadi merupakan fenomena puncak gunung es, atau hanya apa yang terlihat.

Dikhawatirkan jumlah mereka yang mengidap influenza di Queensland lebih besar dari yang terlihat dan tercatat.

 

"Hanya sekitar satu diantara 10  orang yang mengidap flu yang dites dan mendapatkan diagnosis positif, sehingga jumlahnya mungkin jauh lebih tinggi dari apa yang kita lihat," katanya.

Sementara Dewan Dokter Umum di Queensland, Dr Richard Kidd mengatakan bahwa jenis influenza B termasuk virus yang paling berat saat ini.

"Ada 66 orang yang telah dirawat secara intensif saat ini dan beberapa dari mereka cukup parah," kata Dr Kidd.

Menurutnya keterlambatan dalam pemberian vaksin flu tahun ini juga berpengaruh. Sementara vaksin flu yang mencakup influenza B baru saja diluncurkan.

"Rekomendasi tertundadari Organisasi Kesehatan Dunia [WHO] untuk menambahkan vaksin influenza B terlambat untuk kami," katanya. "Ini adalah vaksin tidak disubsidi oleh Pemerintah, karena itu tidak banyak orang yang melakukannya."

Dr Kidd menyarankan agar warga divaksinasi - bahkan jika mereka sudah terjangkit flu - dengan vaksin untuk 4 jenis influenza.

"Meskipun vaksin ini tidak disubsidi, harga vaksin ini antara $20 sampai $30 [sekitar Rp 200 hingga 300 ribu]," katanya.

"Orang tua dan anak-anak harus mendapatkannya, karena mereka lebih rentan terhadap influenza, serta mereka yang memiliki kondisi yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh mereka."