ABC

Disebut Kena ‘Kutukan’, Semakin Banyak Korban Penipuan Peramal di Australia

Ketika sedang dalam kondisi kesusahan, Nasser Zahr didekati oleh seorang pria yang mengaku memiliki kemampuan meramal di Sydney di bulan Desember 2019 

"Dia mengatakan bisa membantu atasi masalah kesehatan dan kekayaan," kata Nasser.

"Dua masalah besar ini memang sedang saya alami. Saya juga belum pernah melakukan peramalan, apalagi biayanya cuma $25."

"Jadi enggak ada salahnya mencoba, tidak akan ruginya."

Tapi karena peramal itu, ia malah kehilangan uangnya sebesar AU$2.400 dan beberapa bajunya. Keamanan keluarganya jadi berisiko.

Nasser punya dua anak difabel, usia 24 dan 22, karenanya ia tidak bisa bekerja untuk merawat keduanya.

"

"Saya ingat sekali sampai hari ini ketika "paranormal" itu mendekati, saya memang sudah hampir putus asa dengan kondisi hidup," katanya.

"

"Istri saya juga difabel. Sementara anak-anak memerlukan perawatan 24 jam sehari dan tidak bisa melakukan apa-apa sendirian, termasuk makan."

"Situasi ini sangat menyusahkan, mereka sepenuhnya tergantung pada saya. Saya merasa sendirian dan stres."

Nasser mengatakan dia biasanya tidak pernah menceritakan apa yang dialaminya kepada orang lain, selain tidak tahu bagaimana caranya berbagi beban dengan orang lain.

"Kesehatan mental saya kadang seperti tidak terkendali."

Di bulan Desember 2019, sang paranormal mendekati Nasser, dia ikut ke sebuah rumah setelah dijanjikan akan mendapat kehidupan lebih baik.

"Sekarang saya merasa konyol ketika mengingatnya," kata Nasser.

Nasser terkejut dengan apa yang dilihatnya di rumah yang didatanginya.

"Semuanya terlihat profesional dan bagus, ada pajangan yang dihiasi lilin dan lainnya. Saya masuk dan dari situlah semuanya berawal."

Seperti apa bentuk penipuannya?

Nasser menjadi korban penipuan dari  mereka yang berpura-pura menjadi paranormal, dengan korban yang semakin banyak di Australia.

Menurut lembaga pemantau korban penipuan ScamWatch, jumlah kerugian yang diderita warga Australia karena penipuan ini naik dua kali lipat antara tahun 2020 dan 2022 dari $230,273 menjadi $555,240, atau antara lebih dari Rp2 miliar hingga lebih dari Rp5 miliar.

Saat menipu korbannya, mereka yang mengaku paranormal ini punya pola yang sampir sama.

Pertama-tama, mereka akan mengatakan jika korbannya sudah mengalami "kutukan".

"Kutukan" yang dialami Nasser terungkap tidak lama setelah dia diramal.

"Dia mengatakan "kamu memiliki kutukan yang sangat berat dan saya tidak bisa menghilangkan kutukan itu sendirian. Saya memerlukan master untuk membantu," kata Nasser mengenai pertemuan pertamanya.

Pertemuan kedua dengan "master" berlangsung seminggu kemudian dengan biaya lebih tinggi.

"Saya tidak tahu siapa yang harus dipercaya," kata Nasser.

"Dengan kondisi hidup saat ini, saya merasa memang ada benarnya jika saya kena kutukan."

"Guru master" ini mengatakan kepada Nasser betapa beratnya kutukan yang dialaminya

"

"Dia mengatakan, 'keluargamu mendapat kutukan yang berat dan diperlukan pertemuan beberapa kali untuk menghilangkan kutukan tersebut'."

"

Kemudian guru tersebut memberi peringatan kepada Nasser.

"Kalau kutukan ini tidak dihilangkan, anak-anak bisa mati. Jadi saya harus berjuang mati-matian agar mereka tetap hidup."

Dalam pertemuan ketiga, Nasser mengalami hal yang lebih dramatis lagi.

"Mereka meminta saya membawa satu tas berisi pakaian yang bisa membantu mencabut kutukan. Di tempat itu juga banyak lilin dan sebuah pisau besar," kata Nasser.

"Paranormal ini berdoa dalam bahasa asing, tiba-tiba asap muncul dari tas berisi pakaian dan api membakar tas tersebut."

"Dia kemudian mengambil boneka yang tampak seperti berwajah setan dan asistennya mulai berteriak, berguling-guling di lantai dan darah keluar dari mulutnya."

Mulai sadar sudah ditipu

Paranormal tersebut kemudian mengatakan berhasil mencabut kutukan.

"Mereka mengatakan "kutukan ini sudah kami tangkap, namun kami tidak bisa menghancurkannya di rumah ini, harus dibawa ke India dan dihancurkan oleh master super."

Biayanya untuk melakukannya sebesar $7.000 untuk tiket dan biaya mencabut kutukan.

Selain karena tak punya uang, Nasser juga mulai merasa aneh.

Ketika ia berusaha meninggalkan tempat tersebut, sang paranormal mengancamnya dengan pisau besar.

"Dia bilang, 'kamu mau ke mana?' Kami sudah melakukan semuanya. Hidup kamu dalam bahaya. Anak-anak kamu dalam bahaya. Kita harus melakukan sesuatu dengan kutukan. Ini tidak bisa ditinggalkan begitu saja di sini."

Sang paranormal kemudian menancapkan pisau ke atas meja dengan maksud mengancam.

Nasser yang ketakutan kemudian menawarkan untuk membayar $2.000 agar diperbolehkan pergi.

Saat meninggalkan tempat tersebut, Nasser dikejar oleh asisten paranormal yang memintanya untuk membayar uang sisa dan bila tidak, kutukan akan kembali lagi.

"Di situlah saya merasa menjadi korban penipuan," katanya.

Yang menjadi masalah bagi Nasser adalah tidak ada yang bisa membantunya sebagai korban penipuan.

"Tidak ada polisi, tidak ada petugas pengusut penipuan, pemerintah lokal. Saya sudah menghubungi mereka semua."

Korban malah disalahkan polisi

Salah seorang yang berusaha membantu para korban penipuan jenis ini adalah mantan polisi di kota New York di Amerika Serikat, bernama Bob Nygaard.

Jumlah kerugian yang dialami korban yang pernah dibantu oleh Bob berkisar antara $250 sampai jutaan dolar.

Kebanyakan penipuan terjadi di Amerika Serikat, tapi ia juga dihubungi korban-korban di Australia yang tidak menerima bantuan apa pun dari polisi.

"Polisi kadang menyalahkan korban," kata Bob.

"

"Mereka juga mengatakannya sebagai tindak kejahatan tanpa kekerasan, sehingga menjadi kasus sipil. Namun bentuk penipuan ini sudah berlangsung tahunan, dengan korban mengalami kerugian jutaan dolar. Mestinya ini kasus kriminal, bukan kasus sipil."

"

Salah seorang paranormal yang akhirnya masuk penjara di tahun 2019 adalah Sherry Tina Uwanawich.

Korbannya adalah seorang mahasiswa berusia 27 tahun yang memiliki depresi, tapi disebut mendapat kutukan.

Dalam waktu tujuh tahun, mahasiswa ini sudah membayar lebih dari $1.5 juta agar kutukannya diangkat.

Bob mengatakan semua korban yang pernah ditanganinya mengalami hal yang sama.

Biasanya mereka memiliki masalah kesehatan, gangguan mental atau masalah pribadi dengan orang lain.

"Paranormal ini bisa meyakinkan korban jika mereka bisa menyembuhkan kanker atau bisa mengembalikan pasangan yang meninggalkan mereka."

Korban meningkat di tahun 2023

Di Australia, lembaga Scamwatch sejauh ini sudah mendapat 63 laporan dari mereka yang jadi korban "paranormal", dengan kerugian sekitar $260 ribu.

Jumlah kerugian tersebut naik 219 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Para penipu sekarang semakin canggih. Mereka bisa mendapatkan data-data pribadi korban lewat media sosial."

"Para penipu kemudian menggunakan data-data tersebut untuk meyakinkan para korban jika mereka sudah mengenal mereka."

Pesan dari Scamwatch adalah untuk tidak mengirimkan uang kepada siapa pun yang mengatakan dirinya "paranormal".

Waspadai juga informasi pribadi, termasuk data kartu kredit dari korban, yang nantinya bisa digunakan untuk penipuan lainnya.


Artikel ini dirangkum dan diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News