ABC

Direktur Keuangan Huawei Dibebaskan Dengan Jaminan di Kanada

Pengadilan di Kanada telah membebaskan direktur keuangan perusahaan teknologi besar China Huawei, Meng Wanzhou, dengan jaminan sambil menunggu sidang mengenai usaha mengekstradisi Wanzhou ke Amerika Serikat.

  • Meng Wanzhou dibebaskan dengan jaminan Rp 110 miliar.
  • Dia harus mengenakan peralatan pemantau elektronik bila keluar rumah
  • China telah mendesak eksekutif Huawei tersebut segera dibebaskan

Wanzhou, 46 yang juga adalah putri dari pendiri Huawei menghadapi tuduhan di Amerika Serikat bahwa dia memberikan keterangan palsu kepada beberapa bank besar mengenai transaksi dengan Iran sehingga membuat kemungkinan bank melanggar sanksi Amerika Serikat.

Dalam sidang di pengadilan di Vancouver di negara bagian British Columbia, Hakim William Ehrcke membebaskan Meng Wanzhou dengan uang jaminan $C 10 juta (sekitar Rp 110 miliar) dan jaminan lain.

Pengadilan memerintahkan Wanzhou menyerahkan seluruh paspor yang dimilikinya, dan tidak boleh meninggalkan Kanada, dan harus mengenakan peralatan pemantau elektronik ketika meninggalkan rumah.

Pengunjung di ruang sidang bertepuk tangan ketika hakim menyetujui pembebasan Meng Wanzhou.

Wanzhou menangis dan memeluk para pengacaranya sebelum diperintahkan kembali ke meja tertuduh untuk mendengarkan keterangan lebih lanjut dari hakim.

Dia akan dihadapkan lagi ke persidangan 6 Februari 2019.

Dalam pernyataannya Huawei salah satu perusahaan teknologi besar China yang membuat telepon pintar dan peralatan jaringan mengatakan menyambut baik penyelesaian masalah ini 'sesuai dengan waktunya."

"Kami yakin sekali bahwa sistem hukum di Kanada dan Amerika Serikat akan mencapai keputusan yang adil," kata pernyataan tersebut, sambil menambahkan mereka tunduk pada aturan dimana perusahaan itu beroperasi.

Sebelumnya pemerintah China sudah mengancam adanya konsekuensi serius bila Kanada tidak segera membebaskan Meng Wanzhou.

Meng ditahan sebagai bagian dari penyelidikan Amerika Serikat tanggal 1 Desember lalu ketika dia melakukan transit di Vancouver.

People hold a sign at a Vancouver, British Columbia courthouse prior to the bail hearing for Meng Wanzhou.
Warga memegang plakat di luar gedung pengadilan di Vancouver mendukung agar Meng Wanzhou dibebaskan.

The Canadian Press via AP: Jonathan Hayward

Mantan diplomat Kanada ditahan di China

Meski Meng Wanzhou dibebaskan, masalah diplomatik dan hukum terancam makin memburuk antara China dan Kanada, setelah seorang mantan diplomat Kanada ditahan di Beijing.

Menteri Keamanan Publik Kanada Ralph Goodale mengukuhkan bahwa mantan diplomat tersebut Michael Kovrig telah ditahan.

"Kami sangat prihatin." kata Goodale.

"Seorang warga Kanada menghadapi kesulitan di China. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantunya."

Kovrig ditahan hari Senin malam, dalam salah satu kunjungan rutinnya ke Beijing, menurut juru bicara lembaga International Crisis Group, dimana dia bekerja sebagai penasehat masalah Asia Timur dengan kantor di Hong Kong.

Dia sebelumnya bekerja sebagai diplomat di Beijing, Hong Kong dan Amerika Serikat.

Kanada sudah bersiap-siap menghadapi tindak balasan dari China berkenaan dengan penahanan Meng Wanzhou.

Delegasi dari British Columbia yang sedianya akan melakukan misi dagang ke China telah dibatalkan, karena kekhawatiran warga Kanada akan ditahan guna menekan Ottawa mengenai penahanan Meng Wanzhou.

"Di China, tidak ada hal yang kebetulan." kata Guy Saint-Jacques, mantan dutabesar Kanada untuk China mengenai penahanan Kovrig.

"Sialnya Kanada berada di tengah-tengah keributan antara Amerika Serikat dan China. Karena China tidak bisa memukul AS, maka mereka mencari sasaran berikutnya."

Di tengah penahanan Meng Wanzhou, sumber-sumber di pemerintahan AS mengatakan negeri itu sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan peringatan kepada warga AS untuk bepergian ke China.

Peringatan dari Departemen Luar Negeri akan mengingatkan warganya bahwa mereka menghadapi resiko ditahan karena balasan dari China berkenaan dengan penahanan Meng Wanzhou.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

Reuters/AP