ABC

Diplomat Indonesia Perdalam Kemampuan Diplomasi di Australia

Para diplomat Indonesia yang sedang mengikuti Pendidikan Lanjutan (Sesparlu) baru saja mengunjungi Australia guna memperdalam kemampuan mereka untuk menjadi diplomat senior.

Dalam kunjungan selama 10 hari tersebut, mereka berada di Canberra, Sydney dan Melbourne dan berinteraksi dengan berbagai kalangan, mulai dari kalangan pemerintahan sampai ke kalangan bisnis.

"Secara keseluruhan rombongan berjumlah 30 orang. Sebagian besar adalah diplomat, namun juga ada dari instansi lain," kata Direktur Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri (Sesparlu) Odo R.M Manuhutu dalam percapakan dengan wartawan ABC Australia Plus Indonesia L. Sastra Wijaya di Melbourne, hari Rabu (3/6/2015).

Menurut Odo Manuhutu, para diplomat yang datang ke Australia adalah mereka yang sudah cukup senior dalam jenjang karier di Departemen Luar Negeri.

"Mereka biasanya berusia sekitar 40 tahunan ke atas, sudah pernah mendapat penempatan di luar negeri beberapa kali. Jadi sekarang mereka menjalani pendidikan untuk jenjang lebih tinggi lagi misalnya nanti menjadi Dutabesar." kata Odo.

Program kunjungan Sesparlu ini diadakan bekerja sama dengan AIC (Australia Indonesia Center) yang berpusat di Universitas Monash, sebuah lembaga yang dibentuk oleh Australia-Indonesia untuk mempererat hubungan kedua negara.

Rombongan Sesparlu ketika berkunjung ke Sydney. (AIC)
Rombongan Sesparlu ketika berkunjung ke Sydney. (AIC)

 

Menurut Odo Manuhutu, sebenarnya jadwal kunjungan mereka ke Australia akan dilakukan bulan Maret lalu, namun ditunda karena ketika itu hubungan antara Australia-Indonesia menghangat sehubungan dengan rencana eksekusi terhadap Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.

Setelah kedua terpidana mati narkoba asal Australia tersebut dieksekusi bulan April lalu, Australia menarik Dubesnya Paul Grigson dari Jakarta.

"Kita memutuskan untuk melaksanakan kunjungan sekarang karena seperti kata Dubes Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat bahwa Indonesia memahami perasaan warga Australia, dan juga pernyataan PM Tony Abbott bahwa hubungan kedua tetap akan tetap berlanjut," kata Odo Manuhutu.

Rombongan Sesparlu berada di Melbourne Cricket Ground (MCG) menyaksikan pertandingan sepakbola gaya Australia, footy.
Rombongan Sesparlu berada di Melbourne Cricket Ground (MCG) menyaksikan pertandingan sepakbola gaya Australia, footy.

 

Menurut Odo, para peserta Sesparlu ini mengunjungi Australia untuk belajar hal-hal yang diperlukan dimiliki oleh diplomat senior .

"Jadi kemampuan melakukan ketrampilan lembut (soft skills). Mereka belajar mengenai kepemimpinan, manajemen, memperluas jaringan. Kalau soal hal-hal teknis administrasi mengurusi kedutaan, mereka sudah paham karena sudah pernah bertugas sebelumnya." tambah Odo.

Oleh karena itu, ketika mereka berada di Australia, para diplomat ini mengadakan interaksi dengan berbagai kalangan akademisi maupun praktisi.

Mereka juga pergi menonton pertunjukkan musik ataupun pertandingan olahraga di antaranya ke stadion paling terkenal di Australia, Melbourne Cricket Ground (MCG)  untuk menonton pertandingan sepakbola gaya Australia footy.

Setelah kedatangan ini, menurut Odo Manuhutu, Sesparlu melihat banyak manfaat atas program dan berharap kegiatan akan berlanjut.

"Mungkin di masa depan, kita akan mempertimbangkan untuk bisa mengadakan sesi diskusi yang lebih panjang atau berinteraksi lebih banyak dengan sektor swasta di Australia untuk belajar lebih banyak dari mereka," katanya.