ABC

Dipamerkan, Karya Fotografer Pengejar Ombak

Menyambut musim selancar profesional di Australia, galeri Witzig di daerah Maclean, New South Wales, akan memamerkan karya-karya dari sejumlah fotografer ternama pencinta ombak dan selancar. Karya-karya yang dipamerkan ada yang berusia 50 tahun.

Salah satu fotografer tersebut adalah Peter 'Joli' Wilson, yang telah mengabadikan ombak dan olahraga selancar selama 40 tahun. Karirnya dimulai sejak tahun 1970an. Ia pernah mengabadikan aksi peselancar-peselancar ternama seperti Kelly Slater, Mick Fanning dan Shane Dorian.
Akhir-akhir ini, ia sering menghabiskan waktu mengejar ombak-ombak ukuran wahid di Fiji, Tahiti dan Hawaii. "Dalam dua tahun terakhir ada dua episode - satu di Tahiti dan satu di Fiji - dua itu merupakan ombak terbesar yang pernah saya foto," ceritanya.
Tak hanya mengabadikan ombak, karya-karya fotografer juga memperlihatkan keahlian para peselancar.

Seringkali, para fotografer harus mengambil resiko saat mengejar ombak. Joli bercerita tentang bahaya yang dilaluinya di Teahupoo, Tahiti.

"Kita berangkat menggunakan perahu sepanjang empat meter. Hanya ada empat fotografer dan seorang pengemudi di atasnya. Ombak-ombak itu kira-kira berada 20-25 kaki dari kita. Kita berada di sebuah kanal kecil, dan perahu-perahu harus minggir terus," ceritanya, "Tiba-tiba si pengemudi memajukan perahu, dan sistem perseneling rusak. Untungnya, kami ditarik keluar oleh kapal lain, tapi tetap saja menakutkan."

Perubahan terbesar dalam dunia selancar adalah kemajuan-kemajuan dalam bidang peramalan selancar, jelas Joli. Dengan kemajuan ini, para pengejar ombak bisa diberitahu tentang ombak-ombak besar beberapa minggu sebelumnya.

"Ada peselancar ombak besar di berbagai belahan dunia yang berkata 'OK, saya harus ke Fiji hari Kamis malam supaya saya bisa menaiki ombak itu hari Jumat," jelasnya.

Karya Joli akan dipamerkan di Witzig Gallery bersama karya-karya John Witzig dan Russel Ord.

Sementara itu, Ord mengatakan bahwa saat ini ia lebih senang mengambil foto ombak di tempat-tempat sepi daripada saat berlangsung tur atau kejuaraan.

Walaupun ia adalah fotografer termuda dalam pameran ini, tampaknya Ia lebih suka bekerja di era 1960an, saat dunia selancar masih 'tersembunyi' dan masih banyak lokasi ombak yang belum diketahui.

"Saya tidak memberi nama foto atau lokasi, karena, bila saya lakukan itu, orang lain tak harus bertualang untuk mencari lokasi itu," jelas Ord.

Pameran 3 Masters of Surf Photography berlangsung di Witzig Gallery sampai bulanNovember 2014.