ABC

Dikembangkan, Aplikasi Pertama di Dunia Untuk Melindungi Lebah dari Pestisida

Croplife, lembaga induk industri sains tanaman, menciptakan aplikasi ponsel pintar yang bisa memberitahu para peternak lebah di mana tengah dilangsungkan penyemprotan bahan kimia. Perlindungan lebah dianggap penting, karena lebah berperan besar dalam produksi tanaman pangan.

Lebah tak hanya menghasilkan madu. Proses penyerbukan tanaman pun seringkali amat tergantung pada hewan mungil ini.

Wajar bila banyak yang khawatir dengan penurunan jumlah lebah, karena penurunan itu bisa mengancam ketahanan pangan dunia. 

Matthew Cossey, ketua CropLife, menjelaskan cara kerja aplikasi pelindung lebah yang dibuat lembaganya.

"Misalnya saya seorang petani, lalu saya berpikir, 'Besok saya mau menyemprot produk pelindung dari hama ini.' Aktivitas itu akan saya catat dalam catatan tentang lahan saya," ceritanya,

"Bila aktivitas itu mungkin berdampak pada sarang lebah, maka saya akan mengirim peringatan pada seorang petani lebah terdaftar...ada batas jarak 10 kilometer."

"[Peringatan ini] bisa membantu para petani lebah mengambil tindakan, misalnya memindahkan sarang lebah, menunda penyemprotan, atau mereka jadi tahu bahwa lokasi penyemprotan tidaklah mengkhawatirkan."

Aplikasi ini diciptakan dengan konsultasi mendalam dengan para petani dan industri lebah madu, jelas Cossey.

"Di dunia, kita melihat adanya penurunan populasi lebah. Tetapi ada koloni-koloni lebah yang tumbuh dan sehat di Australia," ucapnya, "Oleh karena itu, kita ingin melindunginya."

"Kita beruntung karena di sini tak ada kutu lebah varroa mite."

"Tapi tetap diperlukan praktek bertani yang bagus, juga koordinasi antara peternak lebah, petani, dan tetangga."

Proyek pengembangan aplikasi ini  memakan biaya sekitar 10.000 dollar, atau (Rp 105 juta), namun aplikasi ini gratis untuk digunakan, jelas Cossey.

"Saya beruntung ada generasi Y di kantor saya yang berhasil mewujudkan ini," katanya.