ABC

Diduga Berhubungan Dengan ISIS, Perempuan Adelaide Ditahan 6 Bulan

Seorang perempuan Adelaide berusia 23 tahun yang dituduh mendukung kelompok teroris Negara Islam atau ISIS akan tetap ditahan sampai setidaknya pertengahan November, meski pengacaranya mengatakan kepada Pengadilan Magistrat bahwa kliennya tak memiliki kasus untuk diproses.

Perempuan yang tinggal di pinggiran barat Adelaide, yang identitasnya dirahasiakan, ini ditangkap pada bulan Mei, dan telah ditahan sejak saat itu.

Warga negara Australia berlatar belakang Somalia tersebut diduga menjalin hubungan daring dengan sejumlah anggota ISIS, dan telah menunjukkan kesetiaannya pada kelompok teroris itu.

Di Pengadilan Magistrat Adelaide pada hari Jumat (27/10/2017), pengacara pembela-nya, Craig Caldicott, mengatakan bahwa kasus tersebut harus dibatalkan.

"Mereka mengatakan bahwa mereka memiliki cukup bukti untuk diproses, kami mengatakan bahwa tidak ada bukti, kami berpendapat tidak ada kasus (yang bisa dilanjutkan)," kata Caldicott.

"Mereka punya banyak waktu untuk mengumpulkan bukti.”

"Ia berusia 23 tahun, ia dalam tahanan, ia mempertahankan pembelaan tidak bersalah-nya."

Jaksa menegaskan, mereka memiliki cukup bukti untuk melanjutkan kasus itu.

Mereka meminta lebih banyak waktu untuk mengumpulkan informasi dari Kenya, dan juga analisa forensik terhadap laptop perempuan tersebut.

Sebelumnya, Pengadilan tersebut pernah mengungkap bahwa perempuan itu diduga mencoba terbang ke Istanbul tahun lalu dengan menggunakan tiket sekali jalan namun ditangkap oleh Polisi Federal Australia (AFP), diwawancarai, dan paspornya dibatalkan.

Pengadilan juga mengungkap bahwa "mentor" perempuan tersebut telah melakukan serangan pisau dan bom terhadap polisi di Kenya tahun lalu.

Sekelompok besar pendukung dari komunitas perempuan itu menghadiri persidangan.

Perempuan tersebut menonton persidangan melalui siaran langsung video dari dalam penjara.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.